Berikut ini adalah kutipan dari buku Da’watul Amir yang memuat akidah Jamaah Ahmadiyah, yang semoga menjadi bahan pertimbangan bahwa Ahmadiyah tak berbeda dengan Islam pada umumnya. Islam Ahmadiyah adalah Islam yang diajarkan oleh Rasulullah saw.
Setelah itu kami hendak mengermukakan akidah-akidah yang dianut Jemaat kami, supaya Anda dapat merenungkan diantara akidah-akidah itu, hal manakah yang bertentangan dengan Islam :
(l) Kami berkeyakinan bahwa Allah Taala ada; dan beriman kepada wujudNya merupakan pengakuan terhadap kebenaran yang paling agung dan bukan takhayul.
(2) Kami beriman bahwa Allah Taala Esa dan tidak ada sesuatu yang berserikat dengan Dia tidak di bumi dan tidak juga di langit. Selain Dia, segala sesuatu merupakan makhlukNya dan setiap saat mereka menggantungkan nasib mereka pada bantuan dan dukungan-Nya. Dia tidak mempunyai anak Laki-laki, tidak pula anak perempuan, tidak pula ayah bunda, tidak pula istri, dan tidak pula saudara. Dia Tunggal dalam ketauhidan-Nya dan keesaan-Nya.
(3) Kami berkeyakinan bahwa Dzat Allah itu suci lagi bersih dari segala keaiban, dan di dalam DzatNya terhimpun segala kebagusan; tidak terdapat suatu cacat di dalam DzatNya. Tiada suatu kebagusan yang tidak terdapat di dalam DzatNya. KodratNya tidak berhingga.
llmuNya tidak terbatas. Dia meliputi segala sesuatu dan tiada sesuatu yang dapat meliputi Dia. Dia Awal, Dia Akhir, Dia Zahir, Dia Batin, Dia Pencipta segala yang ada. Dia Yang Empunya seluruh makhluk. KekuasaanNya tidak pernah hilang, sebelumnya dan tidak pula sekarang, lagi pula pada masa mendatang. Dia Hidup dan maut tidak menimpa Dia. Dia Tetap Berdiri, kepudaran tidak menghinggapi Dia. Segala pekerjaanNya terbit dan kehendakNya Sendiri, dan bukan karena terpaksa. Sekarang pun Dia memerintah dunia seperti halnya dahulu Dia memerintah. Sifat-sifatNya kapan jua pun tidak berhenti. Dia setiap saat memperlihatkan kekuasaanNya.
(4) Kami berkeyakinan bahwa malaikat adalah makhluk Allah Taala, dan menjadi bukti akan firman:
“Melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka” (16:50)
Menurut hikmah=Nya yang sempurna mereka diciptakan untuk melaksanakan aneka ragam tugas. Mereka benar-benar ada. Sebutan mereka bukan hanya bagai tamsilan belaka. Mereka menghajatkan Tuhan seperti halnya manusia dan makhluk-makhluk lain. Allah Taala tidak menghajatkan mereka untuk menampakkan kekuasaanNya. Seandainya Dia berkehendak, maka tanpa menciptakan mereka, Dia Sendiri menampakkan kehendakNya. Akan tetapi Dia menghendaki, menurut hikmahNya yang sempurna, supaya makhluk itu tercipta, maka terciptalah sudah makhluk itu. Seperti halnya dengan perantaraan matahari Dia menerangi mata manusia, dan dengan pangan mengisi perut manusia, Allah Taala tidak menghajatkan matahari dan makan; demikian pula halnya untuk menampakkan beberapa kehendakNya Dia tidak menghajatkan malaikat.
(5) Kami berkeyakinan bahwa Tuhan bercakap-cakap dengan hamba-hambaNya dan menyatakan kehendakNya kepada mereka. Kalam (firman) itu turun berupa kata-kata khusus dan di dalam turunnya (Kalam itu) tidak ada campur tangan manusia. Kandungan maksudnya bukanlah buah pikiran manusia, demikian pula ragam kata-katanya bukan lah penataan manusia. Maknanya pun datang dari Allah Taala, dan kata-kataNya pun datang dari Allah Taala. Kalam itulah yang menjadi makanan hakiki bagi manusia. Dengan makanan itulah manusia tetap hidup. Dan, dengan perantaraan itulah tercipta hubungan manusia dengan Allah Taala.
Kalam itu tidak ada tandingannya dalam kekuatan dan keagungannya; dan semisal itu tidak ada seorang hamba pun dapat menampilkan. Kalam itu membawa serta ilmu-ilmu yang mengandung khazanah yang tidak terbüang banyaknya. Seperti halnya sebuah tambang, tambang itu kian digali kian banyak jua keluar mutiara-mutiara bermutu tinggi. Bahkan tambang itu lebih dari tambang-tambang biasa, sebab khazanah yang terpendam di dalam khazanah-khazanah ini dapat habis, namun ilmu makrifat yang terkandung di dalam tambang Kalam itu tiada kunjung habis. Kalam ini bagaikan samudera yang pada permukaannya ambarkesturi terapung-apung dan mutiara-mutiara berserakan di dasamya. Barangsiapa memandang penampakan lahirnya, karena semerbak harumnya bau ambar itu, otaknya menjadi cerah-ceria. Barangsiapa menyelami kedalamannya ia menjadi kaya-raya oleh harta kekayaan ilmu dan irfan.
Kalam itu terdiri atas bermacam-macam; kadang-kadang terdiri atas hukum-hukum dan syariat. Adakalanya terdiri atas wejangan-wejangan dan nasihat-nasihat. Adakalanya dengan perantaraan Kalam itu pintu-pintu ilmu gaib terbuka dan adakalanya dengan perantaraannya ilmu-ilmu rohani yang terpendam menjadi nampak. Adakalanya dengan perantaraannya Allah Taala memperlihatkan kesukaanNya kepada hambaNya dan adakalanya dengan perantaraannya Dia memberitahukan ketidaksukaanNya. Adakalanya Dia menyenangkan hati manusia dengan kata-kata bernada kasih mesra. Adakalanya Dia memperingatkan terhadap kewajibannya dengan ancaman. Kadang-kadang Dia membukakan rahasia-rahasia halus mengenai budi-pekerti luhur. Kadang-kadang Dia memberitahukan tentang Sifat-sifat buruk yang tersembunyi.
Walhasil, kami percaya bahwa Allah Taala bercakap-cakap dengan hamba-hambaNya. Derajat-derajat Kalam itu sesuai dengan ragam keadaan dan ragam sifat manusia, serta turun dalam berbagai bentuk. Dari antara seluruh Kalam yang pernah dituturkan Allah Taala kepada hamba-hambaNya, Alquranlah yang terluhur, termulia, dan tersempurna. Syariat yang diturunkan dengan perantaraanNya dan petunjuk-petunjuk yang diberikan dengan perantarannya berlaku selama-lamanya. Tiada Kalam yang datang kemudian akan memansukhkan atau menghapuskan Kalam ini.
(6) Demikian pula kami berkeyakinan, manakala dunia diliputi kegelapan dan orang-orang bergelimang di dalam noda kefasikan dan kedurjanaan dan sulit bagi mereka melepaskan diri dari cengkeraman syaitan tanpa pertolongan samawi, maka Allah Taala dari kebajikanNya yang sempurna dan dari kasihNya yang tak terhingga senantiasa memilih beberapa di antara hamba-hambaNya yang suci lagi mukhlis dan mengutus mereka kedunia untuk memberi bimbingan. Sebagaimana Dia berfirman,
“Tiada suatu umat melainkan telah datang kepadanya seorang pernberi peringatan ” (35:25).
Maksudnya, tiada bangsa yang di tengah-tengahnya belum pernah didatangi seorang nabi dari Tuhan; dan pribadi-pribadi ini, dengan perantaraan amal-amal suci dan tingkah laku yang tak bemoda, menjadi penyuluh bagi manusia dan dengan perantaraan mereka Dia memberitahukan kepada manusia mengenai kehendakNya. Barangsiapa memalingkan muka daripada wujud-wujud itu, mereka menernui kebinasaan. Barangsiapa mencintai wujud-wujud itu mereka menjadi kekasih Tuhan. Bagi mereka pintu-pintu keberkatan telah dibukakan serta rahmat-rahmat Tuhan turun kepada mereka. Mereka telah diangkat menjadi pemimpin bagi orang-orang yang datang sesudah mereka. Telah ditakdirkan bagi mereka kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Kami pun percaya bahwa Utusan-utusan Tuhan tersebut, yang mengeluarkan dunia dari kejahatan, senantiasa membawa kepada cahaya dan dilimpahi berbagai pangkat dan kedudukan. Penghulu di antara semuanya itu adalah Rasulullah saw., yang ditetapkan Allah Taala menjadi Penghulu anak-cucu Adam dan diutus bagi sekalian umat manusia (Surah As-Sabah: 29) dan kepadanya Dia membukakan segala ilmu yang sempurna; kepadanya Dia memberi bantuan dengan kegagahan dan kehebatan demikian rupa sehingga mendengar namanya pun raja-raja gagah-perkasa sekalipun menjadi gemetar ketakutan. Dia telah membuat bagi beliau seluruh hamparan bumi menjadi mesjid sehingga umat beliau bersujud kepada Wujud Yang Maha esa di atas tiap jengkal tanah. Bumi menjadi bersemarak oleh suasana keadilan dan perlakuan sama-rata, yang sebelumnya dilumuri oleh keaniayaan dan kelaliman.
Kami pun berkeyakinan, seandainya nabi-nabi terdahulu juga hidup di dalam zaman Nabi yang paripurna ini niscaya beliau-beliau tidak boleh tidak harus menatati beliau saw. Sebagaimana Allah Taala berfirman,
“Dan ingatlah ketika Allah mengambil perjanjian dan ahlulkilab melalui nabi-nabi, bahwa ‘Apasaja yang Kuberikan kepadamu Kitab dan Hikmah, kemudian datang kepadamu seorang Rasul menggenapi Wahyu yang ada padarnu, maka haruslah kamu beriman kepadanya dan haruslah kamu membantunya. “(3:82).
Lagi sebagaimana Rasulullah saw. pun bersabda:
“Andaikata Musa (a.s.) dan Isa (a.s.) hidup, niscayalah beliau-beliau pun tidak boleh tidak harus mentaatiku” (Tafsir lbnu Katsir, jilid, hlm. 246).
(7) Kami pun berkeyakinan demikian pula, bahwa Allah Taala berkenan mengabulkan doa-doa hamba-hambaNya dan menjauhkan kesulitan-kesulitan mereka. Dia adalah Tuhan Yang Mahahidup, dan kehidupanNya dirasakan manusia pada setiap zaman dan setiap saat.
Adapun tamsilannya bukanlah seperti sebuah tangga yang dibuat seorang penggali sumur. Apabila sumur itu selesai dibuatnya, tangga itu pun dirusaknya karena tidak ada gunanya lagi dan mungkin akan menghambat pekerjaannya. Bahkan tamsilannya adalah Iaksana nur atau cahaya yang tanpa cahaya itu segala sesuatu gelapgelita, dan seperti roh yang tanpa itu di segala penjuru nampak hanya maut demi maut belaka. Andaikata Wujud itu dipisahkan dan hamba-hamba, mereka itu akan tinggal jadi tubuh-tubuh tak bemyawa belaka.
PerikeadaanNya tidak seperti berikut, Dia pernah menciptakan dunia, tetapi sekarang Dia diam berpangku tangan. Malahan Dia senantiasa mengadakan hubungan dengan hamba-hambaNya dan Dia menaruh perhatian terhadap kerendahan hati dan ketakberdayaan mereka. Andaikata mereka lupa kepadaNya, maka Dia Sendiri memperingatkan mereka tentang WujudNya. Dengan perantaraan para pembawa Amanat khusus, Dia menerangkan kepada mereka bahwa,
“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepada engkau tentang Aku, maka jawablah, ‘Sesungguhnya Aku dekat, Aku perkenankan doa orang yang telah memohon apabüa ia mendoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka, yaitu orang-orang yang mendoa itu pun menyahut seruanKu dan beriman kepadaKu, supaya mereka mendapat petunjuk” (2:187).
(8) Kami pun berkeyakinan demikian pula, bahwa Allah Taala senantiasa memberlakukan takdirNya yang terkhusus di dunia ini. Tidak hanya hukum kodratNya yang berlaku yang disebut hukum alam melainkan selain itu pun berlaku pula sebuah takdir khas, yang dengan perantaraan itu Dia senantiasa memperlihatkan kekuasaan dan kebesaranNya, dan mempertunjukkan alamat kodratNya. Kodrat itulah yang diingkari oleh sementara orang karena ketunapengertiannya. Lagi pula, mereka tidak mengakui adanya sesuatu hukum lain selain hukum alam dan mereka menyebut hukum alam (tabi’i) itu sebagai hukum kodrat. Padahal itu dapat disebut hukum alam, tetapi tidak dapat disebutkan hukum kodrat. Sebab, kecuali itu ada lagi hukum-hukum lain pula, yang dengan perantaraan itu Dia membantu hamba-hambaNya yang terkasih dan membinasakan musuh-musuh mereka. Sungguh, apabila hukum-hukum semacam itu tidak ada, maka betapa mungkin Nabi Musa a.s. yang keadaannya demikian tidak berdaya dan lemah dapat mengalahkan Raja Firaun yang demikian bengisnya. Kendati Nabi Musa a.s. lemah beliau unggul dan walaupun Firaun perkasa ia jadi binasa. Lalu, andaikata tidak ada hukum lain, maka betapa mungkin, tatkala seluruh bangsa Arab bersatu-padu hendak membinasakan Nabi Muhammad saw. Allah Taala memenangkan beliau saw. pada setiap medan laga dan memelihara beliau dan setiap gempuran musuh. Pada akhirnya beliau beserta sepuluh ribu orang suci menaklukkan wilayah yang dari situ beliau dahulu terpaksa keluar dengan disertai hanya oleh seorang setiawan. Apakah hukum alam dapat menciptakan peristiwa-peristiwa serupa itu? Sekali-kali tidak! Hukum itu menyatakan kepada kita, setiap kekuatan lemah, hancur bila berhadapan dengan kekuatan raksasa. Lagi, tiap orang lemah, binasa di tangan orang kuat.
(9) Kami pun berkeyakinan pula mengenai hal ini, bahwa sesudah manusia mati ia akan dibangkitkan lagi, dan amal perbuatannya akan diminta pertanggungjawaban. Barangsiapa beramal baik ia akan diberi ganjaran baik. Barangsiapa melanggar perintah-perintah Allah, ia akan diberi hukuman berat. Dan, tiada ikhtiar yang dapat menghindarkan manusia dari kebangkitan itu, meskipun tubuhnya dimakan burung atau pun dimakan binatang-binatang buas di hutan, baikpun cacingcacing di dalam tanah memisahkannya hingga berzarahzarah, kemudian diubahnya ke dalam bentuk lain walaupun sampai tulang-belulangnya habis dibakar; namun demikian ia kelak akan dibangkitkan kembali dan di hadapan Sang Penciptanya ia akan diminta pertanggungjawaban. Sebab, kodratNya yang sempurna tidak menghajatkan tubuhnya yang pertama saja harus ada, untuk memungkinkan Dia menciptakannya lagi. Bahkan sebenarnya Dia dapat menciptakan lagi dari zarah yang sekecil-kecilnya atau dari bagian roh yang sehalus-halusnya. Demikianlah bakal terjadi pula.
Tubuh akan menjadi tanah, namun zarah-zarahnya yang halus tidak akan sirna, tidak pula roh yang bermukim di dalam tubuh manusia tanpa seizin Allah Taala akan sirna.
(10) Kami berkeyakinan bahwa orang yang mengingkari Allah Taala dan orang yang menentang agamaNya, jika ia tidak diampuni dengan rahmatNya yang sempurna akan ditempatkan di dalam suatu tempat yang dinamakan jahanam, yang di dalamnya terdapat azab panas api atau dingin yang hebat. Ada pun tujuannya bukan untuk menimpakan penderitaan, melainkan diperhitungkan untuk perbaikan mereka kelak hari. Di tempat itu tiada terdengar sesuatu selain ratap-tangis dan gemeletuk gigi hingga suatu hari tiba ketika kasih-sayang Allah yang meliputi segala sesuatu akan menyelimuti mereka; dan sempurnalah janji,
“Akan tiba suatu nasa ketika di dalam neraka seorang pun tidak terdapat di dalamnya dan angin pun melambailambai daun pintunya” (Tafzir Mualimul Tanzil, di bowah ayat Fa-ammalladziina syaqq, Surah Hud, ayat 107).
(Il) Lagi pula kami pun berkeyakinan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah Taala, nabi-nabiNya, malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, dan beriman dengan segenap jiwa-raganya kepada perintah 10 perintahNya serta menempuh cara-cara yang menunjukkan kerendahan hati dan tidak menyombongkan diri, meskipun mereka orang besar, mereka menampilkan diri seperti orang kecil. Meskipun mereka orang kaya, mereka menjalani hidup seperti orang miskin. Mereka berbakti kepada makhluk Allah. Mereka mendahulukan kesejahteraan orang lain daripada mendahulukan kesenangan sendiri. Mereka pantang berbuat aniaya, berbuat sesuatu yang melampaui batas dan khianat. Mereka menjadi pengemban nilai budi-pekerti luhur dan diam menjauhkan diri dari budi-pekerti rendah. Orang-orang itu akan ditempatkan di tempat yang disebut jannah (sorga) di dalamnya tidak terdapat sekelumit pun bayangan kesusahan dan penderitaan selain santai dan ketentraman. Insan akan memperoleh keridhaan Allah dan akan memperoleh kebahagiaan dengan melihat seri wajahNya. Setelah diselimuti cadar karuniaNya ia akan memperoleh kedekatan kepadaNya demikian rupa seolah-olah menjadi cerminNya. Sifat-sifat ilahi akan menjelmakan diri secara sempurna di dalam dirinya. Segala keinginan rendahnya akan hilang sirna. Kehendak nya akan menjadi kehendak Allah. Setelah ia mendapatkan kehidupan abadi ia akan menjadi penjelmaan Allah Taala.
ltulah kepercayaan-kepercayaan kami dan selain itu kami tidak mengetahui kepercayaan-kepercayaan apakah yang dapat memasukkan orang ke dalam agama Islam. Semua Imam di dalam Islam senantiasa menetapkan hal-hal tersebut diatas itu sebagai kepercayaan-kepercayaan Islam dan dalam hal ini kami sepenuhnya menyetujui ketetapan beliau-beliau.
Sumber: Dakwatul Amir, Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad, terj, R. Ahmad Anwar, Sayyis Shah Muhammad Jaelani, (Bandung: Yayasan Wisma Damai, 1989)
DIarsipkan di bawah: Islam | Ditandai: Allah, Islam, malaikat, nabi, Rasulullah, Tentang Ahmadiyah













salaamz
do visit my blog on islam, quran, tafsir, ijtihad…
http://munir123.wordpress.com
jazakallah
Ahmadiyah dalil yang sesunggunya adalah pelaksanaan ke-4 sejak Adam sampai kiamat pada umat Muhammad saw. aturan dalil rumusan Al Maidah (5) ayat 66,68: Mendirikan sifat Taurat, sifat Injil dan sifat Nubuah yang turun kemudian kepada mereka (agama sebelumnya) dan datang kepadamu (umat Muhammd saw). Kalau tidak melaksanakan aturan dalil rumusan seperti ini divonis Allah tidak bergama dan duhaka dan kafir.
Pembuktiannaya untuk umat Muhammad saw. adalah Al Fath (48) ayat 29 (sifat Tauratnya sesuai Ali Imran (3) ayat 48) dan Ash Shaff (61) ayat 6,7,8,14 (sifat injilnya) dan yang turun kemudian Nubuah (sesuai Ali Imran (3) ayat 79, Al An Aam (6) ayat 89, Al Jaatsiyah (45) ayat 16,17,18) disebut Agama Allah sesuai An Nashr (110) ayat 1,2,3.
Jadi batas ajal umat bagi Ahmadiyah sesuai Al A’raaf (7) ayat 34,35, dan pada awal millenniuam ke-3 masehi (100 tahun setelah tahun 1900) wajib mendirikan AGAMA ALAH untuk memenuhi An Nashr (110) ayat 1,2,3, berbondong-bondong masuk kedalamnya, berarti kemenangan.
Kami mengetahui dengan jelas sekali bahwa Ahmadiyah belum mempunyai teori menyatukan semua agama-agama, makanya jadi ribut. Oleh karena itu Ahmadiyah wajib menunggu-nunggu dan tidak melupakan datangnya Allah menurunkan HARI TAKWIL KEBENARAN KITAB sesuai Al Al A’raaf (7) ayat 52,53, artinya kebangkitan ilmu pengetahuan agama sesuai Al Mujaadilah (58) ayat 6,18,22 dan hal ini dibawa oleh Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi atau MUJADDID abad ke-15 hijriah, ikuti dia.
Kalo boleh saya kasih komentar dari yang:
No.1 Menurut Islam yang saya yakini, saya setuju.
No.2 Juga setuju.
No.3 Saya sedikit kurang mengerti tentang “sekarang pun Tuhan memerintah dunia”. Apakah yang dimaksud Allah masih mengatur kehidupan alam semesta ini atau masih ada orang yang spesial untuk mendapat perintah (menurut Ahmadiyah adalah MGA)?
No. 4 Juga setuju.
No. 5 Dalil-dalil ini saya kurang memahaminya. Adakah dalil Quran atau Haditst yang menyebutkankan Allah masih bercakap-cakap dengan manusia (berupa wahyu)?
Apakah maksudnya “kalam yang datang kemudian” itu adalah wahyu yang disampaikan kepada MGA? Bagaimana justifikasi buat Ahmadi jika ada orang yang mengaku menerima wahyu setelah MGA, seperti Lia Eden? Apakah wahyu Lia Eden juga bisa dianggap/diterima sebagai kelanjutan wahyu MGA, sebagian atau seluruhnya?
Saya berkeberatan dengan mencantumkan ayat 3:82 yang entah ini dimaksudkan untuk menyamaratakan wahyu yang diterima Nabi SAW dengan “wahyu” MGA.
No.7 Saya setuju.
No.8 Ini menyoroti hukum alam yang diartikan sbg hukum yang mengikuti logika manusia, spt disebut: “Hukum itu menyatakan kepada kita, setiap kekuatan lemah, hancur bila berhadapan dengan kekuatan raksasa. Lagi, tiap orang lemah, binasa di tangan orang kuat”.
No.9 Saya setuju.
No.10 Saya setuju
No.11 Saya setuju
Dari ke-10 keyakinan Ahmadi tsb di atas, ada keyakinan yang tidak disebutkan yaitu:
1. Keyakinan Ahmadi atas wahyu2 yang diterima MGA sebagai wahyu (dari Allah) yang benar serta konsekwensinya bagi orang yang tidak mematuhinya, menjadikan suatu syariat/hukum baru.
2. Keyakinan bahwa MGA adalah berpangkat setara nabi yang juga jelmaan/bayangan dari nabi2 sebelumnya, juga termasuk Buddha dan Khrisna. Apa ada dalam dalil Quran dan Hadist?
Demikian, jika Bung Jusman atau yang lain mau menanggapi komentar/pertanyaan saya.
Jika tidak ada maka pandangan saya terhadap Ahmadi sama seperti kaum muslim lainnya, yaitu Ahmadiyah bukan Islam yang seperti diakarkan Rasulullah SAW.
Wassalam,
Ini adalah bukti penyangkalan dari kepercayaan Ahmadiyah sebelumnya (ttg Nabi Penutup), yang bisa diunduh di:
http://www.yourpicbox.com/images/ofCdlduBb33240.jpg
Entah apa maksudnya, maka kepercayaan Ahmadiyah juga harus berubah sesuai dengan kehendak pemimpinnya. Atau skenario cari selamat untuk mengakui Nabi SAW sebagai nabi penutup “syariat”, sehingga masih ada kepercayaan nabi sesudah Nabi SAW. Itulah akrobat kata2 yang paling sering dilakukan aliran2 aneh semacam Ahmadiyah.
Maka bagaimana dengan nasib pengikut2-nya?
Wassalam,
Asslmlkm….
sebagai seorang muslim turunan..
saya cuma pingin comment..
Agama Islam adalah agama yang dibawa Nabi Muhammad RAsullulah SAW..trus kalo ada yang ngaku Islam tapi tidak meyakini Nabi Muhammad Rasullullah SAW sebagai pembawa Agama yang terakhir dan Al-Qur’An sebagai kitab sucinya..itu namanya Nyleneh..trus apa nama agamanya..Ahmadiyah???..jangan sok pinter pinteranlah..Hidup itu da ad yg atur Allah SWT, tinggal jalani hidup ikuti Al-Qur’an aja ama Hadist (itu aja dipelajari ampe akhir Jaman gk abis-abis).kalo gk ada dlm Al-Qur’an jgn coba2 deh diikuti ya gini akibatnya..sok pinter pinteran smua digampangin,makanya Al-Qur’an jangan cuma di letakin diatas lemari dibaca dong dikupas dipedomi diimani,..sampe buat kitab sendiri..naudzubillah..bertaubatlah…kembali ke ajaran Allah..kalo kalian menganggap akan ada nabi setelah nabi Muhammad..sementara Allah da Jelas2 nyatain Nabi Muhammad itu pembawa agama terakhir..berarti kalo Ahmadiyah tidak mengikuti perintah Allah..”INGKAR DONG” Mereka (satu kaum) itu mengaku beriman padahl mereka Ingkar” itu penafsiran akal pikiran manusia yang sok pinter(setan bersumpah akan menyesatkan cucu adam dari segala arah…da jelaskan??),dasarnya apa..?Al-Qur’an tentang imam mahdi?Almasih?..itu semua milik Allah SWT,Inget “Sesungguhnya Ilmu yg ada pada manusia hanya sedikit” cari ya bok di Al-Qur’an..kita semua bersaudara..Seorang nasrani bisa mendaptkn Hidayah utnk Hijrah ke Islam..apalagi kalian HAmba Allah..Pasti akan diampuni..Amien!Ingat islam cuma 1 Islam ya Islam..(MUI juga sih..membiarkan Islam terpecah belah dibalik kedok Organisasi..padahal kalau ditelusuri lebih jauh..PAsti masih banyak Aliran2 lain yang berlindung dibalik tubuh yg berbentuk Forum /Organisasi sehingga terkadang mengecohkan masyarakat dan bahkan menyesatkan tanpa disadari karena kebanyakn mereka menciptakan doktrin2 dimasyarakt yg (mncuci otak)msyrkat sehinnga mmbntuk kekuatan dan pengaruh komunitas sehingga tanpa disadari kita org awam menganggap bahwa paham kita sudah berbeda dengan Islam yg sebenarnya .
(Quote)
Sdri Ima:
“Agama Islam adalah agama yang dibawa Nabi Muhammad RAsullulah SAW….
“makanya Al-Qur’an jangan cuma di letakin diatas lemari dibaca dong dikupas dipedomi diimani,.” (/Quote)
Sdri. Ima yang sering membaca Qur’an dan menuduh ahmadi tidak pernah membaca qur’an….
Saya disini tidak akan berdebat masalah ahmadiyah deh dgn anda..
terlalu rumit untuk dipahami selevel anda..
nah satu saja pertanyaan saya yang ringan buat anda kalau anda memang sering membaca qur’an..
Bisa anda jelaskan ayat dibawah ini
Siapa sebenarnya yang membawa Islam?
Apakah memang benar Muhammad saw seperti kata anda diatas..
Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. : “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.
Disini Ibrahim dan Yaqub sudah mengenal Islam sejak dulu, sementara anda mengatakan bahwa Islam adalah agama yang dibawa Muhammad saw….
Bisa anda jelaskan maksudnya..
itu aja..
wassalam,
Alif
Sdr Alif,
Mungkin ilmu Irma emang masih ‘cetek’ dibanding Anda yang terlihat sudah sangat fasih dalam agama.
Tapi agama itu tidak hanya perlu keimanan melainkan juga nalar, nalar untuk berpikir dan mencari suatu kebenaran. Nah justru nalar inilah yang sepertinya tidak digunakan oleh Anda. Kenapa? Darimana nalarnya MGA adalah seorang Nabi? dari ‘wahyu’ dan wangsit2 yang dia terima? Ini nalar saya..Seorang muslim yang bertakwa sekalipun akan sangat-sangat takut azab Allah dengan mengaku-ngaku Nabi. Jika kadar keimanan sudah amat tinggi, justru dia merasa bukan siapa-siapa…melainkan hanya fana. Logikanya lagi, jika Ahmadiyah bisa punya Nabi sendiri selain Muhammad SAW, akan banyak lagi orang-orang yang mengaku Nabi atau di Nabikan oleh pengikutnya..Hayo-hayo siapa lagi mau menjadi Nabi…?
Sdr. Dodot,
Saya hanya ingin menunjukan kepada sdri Ima bahwa kebanyakan non ahmadi hanya bisa menuduh tanpa bisa membuktikannya..
Sdri. Ima mengaku bahwa dia sudah mempelajari dan sering membaca qur’an juga sudah menuduh bahwa ahmadi tidak pernah membaca qur’an dan mempunyai kitab sendiri,
seharusnya dia bisa dong menjawab pertanyaan saya yang ringan tsb,
Mengenai nalar,
saya setuju dgn anda bahwa dengan nalar dan akal, manusia bisa menerima dan beriman kepada Allah dan Rasul Nya
Lalu bagaimana dengan Non ahmadi yang masih meyakini adanya seorang manusia yang masih hidup di langit? yaitu Nabi Isa as..
Apakah nalar anda bisa menerimanya?
Jika nalar anda tidak bisa menerimanya maka nalar anda akan mengatakan bahwa Nabi Isa sudah mati..
Namun selanjutnya nalar anda akan mencari tahu siapa nabi Isa as yang dikabarkan akan turun nanti di akhir zaman yang tercantum dalam hadist2 mutawatir, Apakah Nabi berbohong? nalar anda pasti mengatakan tidak, nah bolehkah kita mengabaikan
pesan nabi tsb?
Bisa anda jelaskan pertanyaan saya diatas sesuai tuduhan anda kalau anda mengaku bahwa anda memakai nalar sedang ahmadi tidak??
Kesimpulannya :
Justru ahmadi memakai nalar untuk bisa menerima MGA sbg utusan Nya..
Wasalam,
ALIF
Quote Alif:
Justru ahmadi memakai nalar untuk bisa menerima MGA sbg utusan Nya..
Jawab:
Nalarnya adalah, Nabi Isa AS telah wafat, MGA bawa berita bahwa dia adalah ‘Isa’ yang diutus. Buat Ahmadi memang nalar sederhana, tapi kita belum tahu apakah benar MGA adalah Isa? Kenapa juga MG mesti sebagai Khrisna, dsb. sebagai orang yangditunggu? Banyak bukti dari wahyu yang diterima MGA yang selalu dianggap benar oleh pengikutnya.
Kita lihat saja Al Quran, sejak lama (sesudah Nabi SAW wafat), penterjemahannya tidak pernah menyimpang dari tradisi yang disampaikan oleh Nabi SAW. Setelah pengakuan MGA, maka berubahlah terjemahan Al Quran. Silakan lihat/buka Al Quran terjemahan versi Ahmadiyah. Ada yang berubah, nama ‘Ahmad’ dalam Al Quran mereka terjemahkan sebagai MGA, padahal ada hadist yang menyebutkan Ahmad itu adalah Muhammad. Ya… kemudian MGA berdalih bahwa dia adalah nabi bayangan dari Nabi SAW. Silahkan bantah hal ini.
Wassalam,
Quote Alif:
Sdr. Dodot,
Saya hanya ingin menunjukan kepada sdri Ima bahwa kebanyakan non ahmadi hanya bisa menuduh tanpa bisa membuktikannya..
Jawab:
ente buka di http://islamic.us.to apa ane tidak bisa membuktikan kesesatan ahmadi
kata siapa lif non ahmadi bisa menuduh saja dan tidak bisa membuktikannya. Apa lupa PR ente
ente saja sering bungkam atas jawaban ane
pake dusta segala. ente ingat lagi tuh perkataan ente “LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA” apa masih jera ente dilaknat dengan berdusta terus-menerus.
Quote Alif:
Justru ahmadi memakai nalar untuk bisa menerima MGA sbg utusan Nya..
JAWAB:
huaaa…haaa…haaa…sejak kapan ente memakai nalar ente lif
Orang yang menerima Ghulam Ahmad itu hanya orang yang make otak dengkul dan beri IQ jongkok dan tiarap
Quote Alif:
Sdr. Dodot,
Saya hanya ingin menunjukan kepada sdri Ima bahwa kebanyakan non ahmadi hanya bisa menuduh tanpa bisa membuktikannya..
Jawab:
ente buka di http://islamic.us.to apa ane tidak bisa membuktikan kesesatan ahmadi 

kata siapa lif non ahmadi bisa menuduh saja dan tidak bisa membuktikannya. Apa lupa PR ente
ente saja sering bungkam atas jawaban ane
pake dusta segala. ente ingat lagi tuh perkataan ente “LAKNAT ALLAH ATAS ORANG YANG BERDUSTA” apa ente masih belum jera dilaknat Allah dengan berdusta terus-menerus.
Quote Alif:
Justru ahmadi memakai nalar untuk bisa menerima MGA sbg utusan Nya..
JAWAB:
huaaa…haaa…haaa…sejak kapan ente memakai nalar ente lif
Orang yang menerima Ghulam Ahmad itu hanya orang yang make otak dengkul dan beri IQ jongkok dan tiarap
Buat Nabi lama,
Saya jadi ingin tahu, bagaimana keyakinan saudara tentang Nabi Isa yang disebutkan akan datang oleh Rasulullah saw dalam Hadits Riwayat Bukhari dan HR Muslim oleh Nabi Muhammad Rasulullah saw,? soalnya setahu saya ada berbagai macam pendapat tentang Nabi Isa ini walau itu dia Islam apalagi kalau dia agama selain Islam, (1)ada yang mengatakan dia sudah Wafat dan tidak akan datang, (2)ada yang mengatakan dia sudah wafat tapi akan datang, (3)ada juga yang berpendapat belum wafat dan akan datang dan (4)ada juga seperti pendapat ahmadiyah itu ( sudah wafat tapi akan datang dengan penjelasan spt di http://www. alislam.org .Sehingga bisa dibandingkan dengan apa yg dikemukakan oleh ahmadiyah yg katanya disandarkan pada ajaran islam, saya rasa tidak seimbang bila saudara hanya bisa komentar apalagi sampai punya kesimpulan mutlak tapi tidak punya keyakinan yang jelas tentang Nabi Isa ini, mungkin saja saudara punya pendapat yang kelima, namun Bagaimana penjelasannya dalam ajaran Agama Islam?.
Sdr. Najam,
Tentang Nabi Isa AS, saya cukupkan dengan penjelasan dari Al Quran dan Hadist Nabi SAW serta ijtima para ulama. Sdr mau membandingkan pemahaman saya dengan Ahmadi? Spt yang Sdr tahu, Ahmadi punya nabi baru sehingga apapun yang ada di Al Quran dan Hadist tentu tidak lepas dari penafsiran yang mengarah ke nabi barunya. Punya pendapat kelima? Emang saya siapa ya?
Halo… halo…
Assalamu alaikum,
Dear Ahmadi,
Saya hanya ingin mengilustrasikan posisi Ahmadi adalah jauh dari titik balik ke Islam. Saudara sudah terlanjur meyakini MGA adalah nabi setelah Nabi SAW, termasuk pula meyakini ajaran-ajaran yang dibawanya. Saya dalam posisi mendekatkan diri ke posisi titik balik Saudara ke Islam, mari kita kembali ke Islam yang sebenarnya. Yang telah disampaikan Nabi SAW, ke dalam agama yang telah sempurna / paripurna yaitu Islam.
“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati oleh semua yang dapat mela’nati, kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan, maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang”. (QS Al Baqarah:159-160)
Wallahualam.
Wassalamualaikum,
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawaban”. (TQS. al-Isra’:36)
Sekali lagi,
Tuntut lah ilmu hingga liang lahat.
Wassalam,
Buat Nabi lama, yang menulis:
Tentang Nabi Isa AS, saya cukupkan dengan penjelasan dari Al Quran dan Hadist Nabi SAW serta ijtima para ulama. Sdr mau membandingkan pemahaman saya dengan Ahmadi?
Disini saudara belum mengemukakan apa penjelasan Al-quran dan Hadits Nabi SAW serta Ijtima para ulama,
Bagaimana orang akan kembali??
“”Saya dalam posisi mendekatkan diri ke posisi titik balik Saudara ke Islam, mari kita kembali ke Islam yang sebenarnya. Yang telah disampaikan Nabi SAW, ke dalam agama yang telah sempurna / paripurna yaitu Islam.”"
coba kemukakanlah ajaran islam yang sebenarnya tentang beriman kepada Nabi Isa menurut Al-quran, hadits dan Ijma’ ulama itu, supaya dapat dipahami ajaran yang benar itu?
Semoga kita selalu terpelihara dari berprasangka buruk pada ciptaan Allah swt
http://z11.invisionfree.com/G_Ahmadiyah_I/index.php
Quote najam:
Tentang Nabi Isa AS, saya cukupkan dengan penjelasan dari Al Quran dan Hadist Nabi SAW serta ijtima para ulama. Sdr mau membandingkan pemahaman saya dengan Ahmadi?
jawab:
tolong jelaskan pemahaman anda ttg Isa
Apakah Isa telah wafat dan datang dalam wujud Ghulam Ahmad
Saya quote-kan jawaban Sdr Andi di http://afatih.wordpress.com/2008/06/14/ahmadiyah-di-indonesia/#comment-24569
kalau memang benar tuntunan kita adalah Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah, mengapa kita masih ragu terhadap kesesatan Ahmadiyah yang jelas2 mengakui Mirza Gulam Ahmad sebagai Rasul yang membawa syari’at disamping Alqur’an dan Al-Hadits sementara Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah menerangkan bahwa tidak ada ada lagi Rasul setelah Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wasalam dan tidak ada lagi syari’at setelah syari’at yang dibawa oleh Muhammad Shalallahu alaihi wasalam?
Bukankah itu suatu pertentangan? bahkan hal ini bukan lagi perbedaan dalam masalah fiqih yang dibenarkan oleh para Ulama tetapi ini sudah perbedaan dalam masalah yang mendasar yaitu masalah aqidah (keyakinan) yang sama sekali tidak dibenarkan adanya perbedaan. terlepas dari segala amal mereka (Ahmadiyah) yang dianggap sebagai amal baik.
Dan perlu kita ketahui bahwa syarat diterimanya amal ada 2:
1. Ikhlas yaitu beramal semata-mata hanya mengharapkan ridha Allah semata.
2. ittiba’ yaitu segala bentuk amal yang kita lakukan haruslah ada dasarnya dari Al-qur’an dan sunnah Rasulullah yang shahih, dalam hal ini bagaimana Ahmadiyah bisa dikatakan ittiba’? sementara mereka mengakui ada syari’at selain syari’at yang dibawa oleh Rasulullah?
Wallahu’alam,
Wassalam,
Bung Jusman,
Jangan ragu untuk menulis apa yang menjadi ganjalan buat Ahmadiyah. Apa itu doktrin2-nya? Dsb. Share-lah dengan kami.
Trims, atas blog ini.
Salam,
saya bukan anggota Ahmadiyah,sy gak bilang benar atau salah. semua harus saling menghargai kepercayaan masing2.Seperti kita menghargai umat Budha,Kristen dan Hindu.Karena itu yg Tuhan mau.Bukan bertengkar memaksakan pendapat.Pendapat mayoritas bkn jaminan kebenaran tafsir qur\’an.dulu coopernicus bilang bumi kita bentuknya bulat,ia dihukum mati oleh gereja krn saat itu mayoritas gereja berpendapat bentuk bumi datar ! padahal memang bulat. nah saudara2 ku mampirlah berkunjung ke blogku: debatkontroversi.blogspot.com
sudaraku Alif, Irma , dodot , shadow , najam , nabi lama, dan Ahmadi . kita boleh berdiskusi atau berdebat.tapi jangan saling membenci.karena kita semua anak Allah bukan ? Bagaimana kita akan dikasihi Allah jika kita tidak bisa mengasihi anak-anaknya ?? Kita semua berasal dari Allah dan akan kembali pada Allah juga. TIDAK TAHUKAH KALIAN BAHWA ROH ALLAH BERDIAM DALAM SETIAP HATI MANUSIA ?? marilah mendalami sebenarnya awal mula agama islam. ke debatkontroversi.blogspot.com
Numpang promosi http://www.muhammadinsan.wordpress.com
yg jahat/kafir lebih mementingkan akidah,yg baik lebih mementingkan toleransi & cinta kasih. I STAND WITH AHMADIYAH ….
buat islam ahmadiyah, Walau gunakan nama islam bukan penghinaan,tapi bagi kebanyakkan muslim yg bodoh,itu penghinaan.MENGAPA AHMADIYAH MESTI PULA NGOTOT GUNAKAN NAMA ISLAM ?? BUKANKAH KEBIJAKSANAAN LEBIH AGUNG DARIPADA MEMPERTAHANKAN KEBENARAN ?anggap muslim yg bodoh sebagai adik kita yg berumur 2 th yang menampar kita.kenapa kita ngotot balik menampar ?? hehehe…..jawabnya karena ahmadiyah adik sansan berumur 3 th. hahaha…
itu soal keimanan, jadi tidak bisa dipaksakan, sebagaimana saudara sansan tidka akan mau dipakssa untuk jangan menyebut diri sebagai keyakinan A atau keyakinan B.
di pandangan Allah taala, yang diperlukan adalah ketakwaan, bukan kepintran, bukan berarti kepintaran tak penting tapi kepintaran itu kadang kala justru menjadi kabut penghalang dari cahaya ilahi. Kepintaran hakiki adalah kepintaran yang telah tercerahi dengan jubah rahmatnya. adik atau kakak sma saja, adik bsa belajar dari kakak dan kakak juga bisa mengambil pelajaran dari adik. sekali lagi di pandangan Allah kakak belum tentu lebih baik dari kakak begitu juga sebnaliknya.
buat nabi lama atau siapapun yg mau bubarkan ahmadiyah saya mengundang dialog ke email saya: sansanproblem@yahoo.co.id atau sms 0899 8531 685
Kita masih satu bangsa…Indonesia…merdeka!!…biarlah seribu bunga berkembang memenuhi keindahannya…