<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kafirkah Ahmadiyah?</title>
	<atom:link href="http://jusman.wordpress.com/2008/05/15/kafirkah-ahmadiyah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jusman.wordpress.com/2008/05/15/kafirkah-ahmadiyah/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 08:40:02 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: sansan</title>
		<link>http://jusman.wordpress.com/2008/05/15/kafirkah-ahmadiyah/#comment-660</link>
		<dc:creator>sansan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 02:41:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jusman.wordpress.com/?p=30#comment-660</guid>
		<description>KALIAN YG ANTI AHMADIYAH,KALIAN BILANG AHMADI MENODAI ISLAM,SEDANG KALIAN BILANG SAI BABA DAJAL.PADAHAL TDK PUNYA BUKTI. MUNAFIK !!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KALIAN YG ANTI AHMADIYAH,KALIAN BILANG AHMADI MENODAI ISLAM,SEDANG KALIAN BILANG SAI BABA DAJAL.PADAHAL TDK PUNYA BUKTI. MUNAFIK !!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sansan</title>
		<link>http://jusman.wordpress.com/2008/05/15/kafirkah-ahmadiyah/#comment-657</link>
		<dc:creator>sansan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 08:06:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jusman.wordpress.com/?p=30#comment-657</guid>
		<description>KAFIR BERARTI JAHAT.MENGAPA KITA MAU ANGGAP AHMADIYAH JAHAT??  APAKAH AHMADI MENGHINA ANDA??  jika ahmadiyah beranggapan tafsiran quran nya lebih benar.mengapa kita anggap  ahmadiyah jahat??  JUSTRU AHMADI MENGANGGAP  YG MENYERANG AHMADI YG JAHAT.JIKA ANAK KITA YG BERUMUR SATU TAHUN MENUSUKKAN PISAU PADA KITA, KITA ANGGAP TIDAK JAHAT. WALAU SECARA FISIK PENGIKUT AHMADIYAH TELAH DEWASA BUKAN BERARTI JIWANYA SUDAH MATANG.(jika anda merasa ahmadiyah salah) APAKAH AKIDAH LEBIH PENTING DARI TOLERANSI DAN KASIH SAYANG ??????????   mampir yok: debatkontroversi.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KAFIR BERARTI JAHAT.MENGAPA KITA MAU ANGGAP AHMADIYAH JAHAT??  APAKAH AHMADI MENGHINA ANDA??  jika ahmadiyah beranggapan tafsiran quran nya lebih benar.mengapa kita anggap  ahmadiyah jahat??  JUSTRU AHMADI MENGANGGAP  YG MENYERANG AHMADI YG JAHAT.JIKA ANAK KITA YG BERUMUR SATU TAHUN MENUSUKKAN PISAU PADA KITA, KITA ANGGAP TIDAK JAHAT. WALAU SECARA FISIK PENGIKUT AHMADIYAH TELAH DEWASA BUKAN BERARTI JIWANYA SUDAH MATANG.(jika anda merasa ahmadiyah salah) APAKAH AKIDAH LEBIH PENTING DARI TOLERANSI DAN KASIH SAYANG ??????????   mampir yok: debatkontroversi.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Nabi Lama</title>
		<link>http://jusman.wordpress.com/2008/05/15/kafirkah-ahmadiyah/#comment-417</link>
		<dc:creator>Nabi Lama</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 15:14:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jusman.wordpress.com/?p=30#comment-417</guid>
		<description>Bt Ahmadi,
Masjid dan majlis kami terbuka untuk para Ahmadi yang mau mendalami lebih jauh tentang Islam juga Ahmadiyah.
Salam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bt Ahmadi,<br />
Masjid dan majlis kami terbuka untuk para Ahmadi yang mau mendalami lebih jauh tentang Islam juga Ahmadiyah.<br />
Salam,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: "Nabi lama"</title>
		<link>http://jusman.wordpress.com/2008/05/15/kafirkah-ahmadiyah/#comment-406</link>
		<dc:creator>"Nabi lama"</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 22:46:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jusman.wordpress.com/?p=30#comment-406</guid>
		<description>Sumber:
&quot;http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=335171&amp;kat_id=16&amp;kat_id1=&amp;kat_id2=&quot;

 Para penganut dan penyokong Ahmadiyah kerap berkelit dengan tiga dalih. Pertama, kaum Ahmadi sama dengan kaum Muslimin karena syahadatnya sama. Padahal orang Ahmadiyah itu berbeda dengan orang Islam bukan karena syahadat atau cara ibadahnya, tetapi karena akidahnya yang mengimani kenabian Mirza Ghulam Ahmad.

Kedua, dalih bahwa sebagai warga negara penganut Ahmadiyah dijamin kebebasannya oleh konstitusi. Melarang Ahmadiyah sama dengan melanggar hak asasi manusia (HAM) dan Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia 1945. Di sini terselip kealpaan dan ketidakmengertian. Alpa dan tidak paham bahwa dalam &#039;menikmati&#039; kebebasannya setiap orang wajib tunduk pada batasan undang-undang ditetapkan demi terjaminnya penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan demi memenuhi tuntutan keadilan sesuai pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

Artinya, penyalahgunaan kebebasan (abuse of freedom) ataupun tindakan merusak tata susila, agama, dan lain sebagainya atas nama HAM sekalipun tak mungkin dibenarkan. Apa yang diperbuat MGA dengan Ahmadiyahnya ibarat membangun rumah baru di dalam rumah orang lain. Yang dipersoalkan bukan hak dan kebebasannya mendirikan rumah, akan tetapi lokasi (di dalam rumah orang lain) dan konsekuensinya (merusak rumah yang sedia ada).

Dengan mengakui Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi, warga Ahmadiyah telah melakukan penodaan dan penghinaan terhadap agama Islam, di mana tidak ada nabi dan rasul lagi pasca wafatnya Muhammad Rasulullah SAW. Lebih dari itu, propaganda Ahmadiyah terbukti menimbulkan keresahan dan perpecahan tidak hanya di dunia Islam, seperti temuan Dr Tony P Chi dalam disertasinya tentang misi mereka di Amerika (1973), halaman 134-5: &quot;Ahmadiyya preaching and propagation have instigated unrest and dissension in the Muslim World.&quot; Oleh karena itu solusinya ialah melarang Ahmadiyah atau mengeluarkannya dari &#039;rumah Islam&#039;. Hanya dengan jalan itu Ahmadisme dengan nabinya (MGA) bisa bebas dan menjadi agama baru seperti halnya Mormonisme di Amerika.

Ketiga, dalih bahwa kaum Muslim harus mengedepankan kasih sayang daripada kekerasan dalam menyikapi Ahmadiyah. &quot;Abu Bakr as-Shiddiq ra adalah orang yang paling penyayang di kalangan umatku (arhamu ummati),&quot; sabda Rasulullah SAW. Namun manakala muncul sekelompok orang yang durhaka kepada Allah dan Rasulullah, beliau tidak segan-segan mengambil tindakan tegas atas mereka. Perkara Ahmadiyah bukan persoalan kebebasan beragama. Islam memberikan kebebasan kepada siapa pun untuk memeluk -- bukan merusak -- agama apapun, sesuai dengan firman Allah: &quot;Tidak ada paksaan dalam urusan agama&quot; (Al-Baqarah: 256) serta &quot;Bagimu agamamu dan bagiku agamaku&quot; (Al-Kafirun: 6). Ayat-ayat ini ditujukan kepada agama lain di luar Islam, bukan terhadap agama dalam agama.

Oleh karena itu, Rasulullah SAW sebagai kepala negara bersikap tegas kepada para nabi palsu semacam Musaylamah dan Thulayhah: bertobat atau diperangi (Lihat: Imam al-Mawardi, al-Hawi al-Kabir, 13:109). Nah, Mirza Ghulam Ahmad dan pengikutnya telah durhaka kepada Allah dan RasulNya. Jika statusnya Muslim, maka sudah semestinya tunduk pada ketetapan hukum Islam yang berlaku. Namun jika statusnya non-Muslim, maka terpulang kepada negara apakah akan mengakui dan melindungi keberadaannya sebagai sebuah agama baru --selain Hindu, Buddha, Islam, Katholik dan Protestan -- ataukah sebaliknya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sumber:<br />
&#8220;http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=335171&amp;kat_id=16&amp;kat_id1=&amp;kat_id2=&#8221;</p>
<p> Para penganut dan penyokong Ahmadiyah kerap berkelit dengan tiga dalih. Pertama, kaum Ahmadi sama dengan kaum Muslimin karena syahadatnya sama. Padahal orang Ahmadiyah itu berbeda dengan orang Islam bukan karena syahadat atau cara ibadahnya, tetapi karena akidahnya yang mengimani kenabian Mirza Ghulam Ahmad.</p>
<p>Kedua, dalih bahwa sebagai warga negara penganut Ahmadiyah dijamin kebebasannya oleh konstitusi. Melarang Ahmadiyah sama dengan melanggar hak asasi manusia (HAM) dan Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia 1945. Di sini terselip kealpaan dan ketidakmengertian. Alpa dan tidak paham bahwa dalam &#8216;menikmati&#8217; kebebasannya setiap orang wajib tunduk pada batasan undang-undang ditetapkan demi terjaminnya penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan demi memenuhi tuntutan keadilan sesuai pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.</p>
<p>Artinya, penyalahgunaan kebebasan (abuse of freedom) ataupun tindakan merusak tata susila, agama, dan lain sebagainya atas nama HAM sekalipun tak mungkin dibenarkan. Apa yang diperbuat MGA dengan Ahmadiyahnya ibarat membangun rumah baru di dalam rumah orang lain. Yang dipersoalkan bukan hak dan kebebasannya mendirikan rumah, akan tetapi lokasi (di dalam rumah orang lain) dan konsekuensinya (merusak rumah yang sedia ada).</p>
<p>Dengan mengakui Mirza Gulam Ahmad sebagai nabi, warga Ahmadiyah telah melakukan penodaan dan penghinaan terhadap agama Islam, di mana tidak ada nabi dan rasul lagi pasca wafatnya Muhammad Rasulullah SAW. Lebih dari itu, propaganda Ahmadiyah terbukti menimbulkan keresahan dan perpecahan tidak hanya di dunia Islam, seperti temuan Dr Tony P Chi dalam disertasinya tentang misi mereka di Amerika (1973), halaman 134-5: &#8220;Ahmadiyya preaching and propagation have instigated unrest and dissension in the Muslim World.&#8221; Oleh karena itu solusinya ialah melarang Ahmadiyah atau mengeluarkannya dari &#8216;rumah Islam&#8217;. Hanya dengan jalan itu Ahmadisme dengan nabinya (MGA) bisa bebas dan menjadi agama baru seperti halnya Mormonisme di Amerika.</p>
<p>Ketiga, dalih bahwa kaum Muslim harus mengedepankan kasih sayang daripada kekerasan dalam menyikapi Ahmadiyah. &#8220;Abu Bakr as-Shiddiq ra adalah orang yang paling penyayang di kalangan umatku (arhamu ummati),&#8221; sabda Rasulullah SAW. Namun manakala muncul sekelompok orang yang durhaka kepada Allah dan Rasulullah, beliau tidak segan-segan mengambil tindakan tegas atas mereka. Perkara Ahmadiyah bukan persoalan kebebasan beragama. Islam memberikan kebebasan kepada siapa pun untuk memeluk &#8212; bukan merusak &#8212; agama apapun, sesuai dengan firman Allah: &#8220;Tidak ada paksaan dalam urusan agama&#8221; (Al-Baqarah: 256) serta &#8220;Bagimu agamamu dan bagiku agamaku&#8221; (Al-Kafirun: 6). Ayat-ayat ini ditujukan kepada agama lain di luar Islam, bukan terhadap agama dalam agama.</p>
<p>Oleh karena itu, Rasulullah SAW sebagai kepala negara bersikap tegas kepada para nabi palsu semacam Musaylamah dan Thulayhah: bertobat atau diperangi (Lihat: Imam al-Mawardi, al-Hawi al-Kabir, 13:109). Nah, Mirza Ghulam Ahmad dan pengikutnya telah durhaka kepada Allah dan RasulNya. Jika statusnya Muslim, maka sudah semestinya tunduk pada ketetapan hukum Islam yang berlaku. Namun jika statusnya non-Muslim, maka terpulang kepada negara apakah akan mengakui dan melindungi keberadaannya sebagai sebuah agama baru &#8211;selain Hindu, Buddha, Islam, Katholik dan Protestan &#8212; ataukah sebaliknya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Pengamat kelakuan ahmadi di milis</title>
		<link>http://jusman.wordpress.com/2008/05/15/kafirkah-ahmadiyah/#comment-404</link>
		<dc:creator>Pengamat kelakuan ahmadi di milis</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 05:32:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jusman.wordpress.com/?p=30#comment-404</guid>
		<description>Berarti kesimpulannya sesat nggak?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berarti kesimpulannya sesat nggak?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Nabi lama</title>
		<link>http://jusman.wordpress.com/2008/05/15/kafirkah-ahmadiyah/#comment-401</link>
		<dc:creator>Nabi lama</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 03:17:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jusman.wordpress.com/?p=30#comment-401</guid>
		<description>Dari sumber:
http://www.mail-archive.com/urangawak@yahoogroups.com/msg00823.html

Kedudukan, pangkat-pangkat serta tingkah laku yang
dipamerkan oleh Mirza Ghulam Ahmad, putera dan cucunya maupun oleh
pengikut-pengikutnya yang tiada tolok-bandingannya, pada hakikatnya  hanyalah merupakan perisai atau selubung dari kelemahan, kepalsuan yang terdapat di dalam diri Mirza Ghulam Ahmad dan Ahmadiyahnya. Demikianlah satu kelemahan harus dilindungi banyak kekuatan, barulah persembunyian   itu berhasil lolos dari setiap pencaharian.
Akan tetapi satu keanehan telah terjadi, bahwa kekuatan-kekuatan  yang dipamerkan Ahmadiyah itu, ternyata menjadi boomerang memukul balik pada dirinya sendiri.

            Kekuatan-kekuatan dalil yang dipakai tentang kemahdian Mirza Ghulam  Ahmad, kealmasihannya, kenabian dan kerasulannya akhirnya menjadi satu bahan yang menarik untuk  dibicarakan. Justru pada posisi-posisi Mirza Ghulam yang berat itulah, ia dan alirannya menutup semua kemungkinan bagi lolosnya suatu penelitian terhadap dirinya. Kubu-kubu pertahanan yang dibangun Mirza dan Ahmadiyahnya dalam masalah ke-mahdian kealmasihan, kenabian maupun kerasulannya, merupakan kubu-kubu yang ampuh untuk diterobos.

            Akan tetapi, sebagaimana dikatakan tadi, satu keanehan telah terjadi; justru daripada pertahanan yang tertutup rapat itu, secara tidak sengaja pintu-pintu rahasia dari kubu-kubu pertahanan  Ahmadiyah, terbuka lebar dan mereka sendirilah yang membukanya. Bahkan  boleh dikata  ibarat tubuh bertelanjang bulat di hadapan cermin sejarah, Mirza Ghulam Ahmad dan Ahmadiyahnya telah  mempertontonkan  segala  jenis kemunafikannya yang paling samar sekalipun. Padahal Ahmadiyah pada zhahirnya menyuguhkan ajaran-ajarannya ke tengan-tengah  masyarakat diluar Jemaatnya, dengan segala macam kalimat-kalimat puji dan puja kepada Allah dan Nabi Muhammad s.a.w.

            Penjelasan-penjelasan yang menarik yang disajikan Mirza dan Ahmadiyahnya tentang sebab-sebabnya mengapa ia harus menjadi nabi, rasul dan sebagainya itu, menurut Ahmadiyah sama sekali tidak mengandung maksud untuk mengecilkan kedudukan Nabi Muhammad  s.a.w.  Mirza Ghulam Ahmad, kata Ahmadiyah, tidak lain hanyalah khadim nabi Muhammad, melanjutkan serta menerangkan ajaran-ajaran tuannya. Bahkan  Mirza  Ghulam hádala orang pertama yang jatuh cinta pada Nabi  Muhammad. Dalam syairnya Mirza Ghulam berkata:
   
   &quot;Lihatlah kepadaku dengan pandangan rahmat dan kasih wahai
   penghuluku.
   aku adalah seorang sahayamu yang paling hina dina.
   wahai kekasihku,cinta kepadamu sudah amal meresap dalam jiwa
   ragaku,
   ke dalam jantungku dan benakku.
   wahai taman firdaus dari seluruh kegembiraanku!
   Alam pikiranku tidak pernah sunyi sesaat atau  sedetikpun dari
   Mengenang engkau.
   Jiwaku sudah menjadi milikmu.
   Jisimkupun bercita-cita benar ingin terbang ke hadiratmu.
   alangkah bahagianya bila dalam diriku ada daya untuk terbang.&quot;

Dalam syairnya yang lain, Mirza Ghulam berkata lagi:
   
   &quot;Sesudah asyik kepada Allah, akupun mabuk pula pada
   keasyikan terhadap Muhammad. Kalau ini dikatakan kufur,
   maka demi Tuhan akulah orang yang sangat kafir!&quot;

            Bahkan dari keasyikan Mirza Ghulam kepada Nabi Muhammad, menurut Ahmadiyah, ia telah fana fir-rasul yakni pada dirinya membayang  wujud yang mulia Rasulullah s.a.w. Malahan bila diperhatikan benar-benar, Mirza Ghulam adalah kenabian Muhamadiyan juga, yang zhahir dalam suatu cara yang baru. Ibarat melihat cermin, demikian Ahmadiyah melanjutkan, kamu tidak menjadi dua, bahkan kamu tetap satu juga adanya, kendatipun nampaknya dua. Salah seorang pengikut Mirza yang setia menceritakan bahwa ia pernah melihat dalam mimpi, wujud suci Hadrat Rasulullah Muhammad Mustafa s.a.w. adalah juga merupakan wujud suci Hadrat Mirza Ghulam Ahmad, Masih Ma&#039;uud a.s. Aku tidak ingat,  demikian sahibul mimpi melanjutkan, apakah lebih dahulu melihat Mirza  sahib Mirza Ghulam Ahmad atau melihat wujud suci nabi Muhammad s.a.w. Tetapi yang jelas ialah kedua wujud suci itu telah diperlihatkan dalam keadaan hanya merupakan satu wujud suci. Hal ini mengandung arti, bahwa pada masa kini, pantulan dan kazhahiran yang sempurna dari wujud suci nabi Muhammad adalah wujud Mirza Ghulam Ahmad.

Apakah yang demikian itu, tidak suatu penghormatan pada nabi Muhammad oleh Mirza Ghulam?! Maka, terimalah nabi yang datang dari Allah ini, demikian seru seorang Ahmadiyah. Akan tetapi di lain kesempatan datang ancaman keras dari Ahmadiyah pada mereka yang tidak mau percaya pada kenabian Mirza, dengan kata-kata lantang: &quot;bahwa semua orang Islam harus percaya pada nabi Mirza Ghulam Ahmad; kalau tidak, berarti mereka tidak mengikuti ajaran-ajaran Al-Qur&#039;an. Dan siapa-siapa yang tidak mengikuli Al-Qur&#039;an maka ia bukan muslim. Dan barangsiapa mengingkari seorang nabi, menurut istilah agama Islam disebut kafir!&quot;

            Demikian Ahmadiyah, mula-mula mereka memuji-memuji Nabi Muhammad, kemudian minta agar ia diakui sebagai nabi, akhirnya ia mengancam vonnis kafir bagi siapa-siapa yang tidak mau percaya kenabiannya. Jelas disini adanya watak-watak munafik pada diri Mirza Ghulam maupun pengikut-pengikutnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dari sumber:<br />
<a href="http://www.mail-archive.com/urangawak@yahoogroups.com/msg00823.html" rel="nofollow">http://www.mail-archive.com/urangawak@yahoogroups.com/msg00823.html</a></p>
<p>Kedudukan, pangkat-pangkat serta tingkah laku yang<br />
dipamerkan oleh Mirza Ghulam Ahmad, putera dan cucunya maupun oleh<br />
pengikut-pengikutnya yang tiada tolok-bandingannya, pada hakikatnya  hanyalah merupakan perisai atau selubung dari kelemahan, kepalsuan yang terdapat di dalam diri Mirza Ghulam Ahmad dan Ahmadiyahnya. Demikianlah satu kelemahan harus dilindungi banyak kekuatan, barulah persembunyian   itu berhasil lolos dari setiap pencaharian.<br />
Akan tetapi satu keanehan telah terjadi, bahwa kekuatan-kekuatan  yang dipamerkan Ahmadiyah itu, ternyata menjadi boomerang memukul balik pada dirinya sendiri.</p>
<p>            Kekuatan-kekuatan dalil yang dipakai tentang kemahdian Mirza Ghulam  Ahmad, kealmasihannya, kenabian dan kerasulannya akhirnya menjadi satu bahan yang menarik untuk  dibicarakan. Justru pada posisi-posisi Mirza Ghulam yang berat itulah, ia dan alirannya menutup semua kemungkinan bagi lolosnya suatu penelitian terhadap dirinya. Kubu-kubu pertahanan yang dibangun Mirza dan Ahmadiyahnya dalam masalah ke-mahdian kealmasihan, kenabian maupun kerasulannya, merupakan kubu-kubu yang ampuh untuk diterobos.</p>
<p>            Akan tetapi, sebagaimana dikatakan tadi, satu keanehan telah terjadi; justru daripada pertahanan yang tertutup rapat itu, secara tidak sengaja pintu-pintu rahasia dari kubu-kubu pertahanan  Ahmadiyah, terbuka lebar dan mereka sendirilah yang membukanya. Bahkan  boleh dikata  ibarat tubuh bertelanjang bulat di hadapan cermin sejarah, Mirza Ghulam Ahmad dan Ahmadiyahnya telah  mempertontonkan  segala  jenis kemunafikannya yang paling samar sekalipun. Padahal Ahmadiyah pada zhahirnya menyuguhkan ajaran-ajarannya ke tengan-tengah  masyarakat diluar Jemaatnya, dengan segala macam kalimat-kalimat puji dan puja kepada Allah dan Nabi Muhammad s.a.w.</p>
<p>            Penjelasan-penjelasan yang menarik yang disajikan Mirza dan Ahmadiyahnya tentang sebab-sebabnya mengapa ia harus menjadi nabi, rasul dan sebagainya itu, menurut Ahmadiyah sama sekali tidak mengandung maksud untuk mengecilkan kedudukan Nabi Muhammad  s.a.w.  Mirza Ghulam Ahmad, kata Ahmadiyah, tidak lain hanyalah khadim nabi Muhammad, melanjutkan serta menerangkan ajaran-ajaran tuannya. Bahkan  Mirza  Ghulam hádala orang pertama yang jatuh cinta pada Nabi  Muhammad. Dalam syairnya Mirza Ghulam berkata:</p>
<p>   &#8220;Lihatlah kepadaku dengan pandangan rahmat dan kasih wahai<br />
   penghuluku.<br />
   aku adalah seorang sahayamu yang paling hina dina.<br />
   wahai kekasihku,cinta kepadamu sudah amal meresap dalam jiwa<br />
   ragaku,<br />
   ke dalam jantungku dan benakku.<br />
   wahai taman firdaus dari seluruh kegembiraanku!<br />
   Alam pikiranku tidak pernah sunyi sesaat atau  sedetikpun dari<br />
   Mengenang engkau.<br />
   Jiwaku sudah menjadi milikmu.<br />
   Jisimkupun bercita-cita benar ingin terbang ke hadiratmu.<br />
   alangkah bahagianya bila dalam diriku ada daya untuk terbang.&#8221;</p>
<p>Dalam syairnya yang lain, Mirza Ghulam berkata lagi:</p>
<p>   &#8220;Sesudah asyik kepada Allah, akupun mabuk pula pada<br />
   keasyikan terhadap Muhammad. Kalau ini dikatakan kufur,<br />
   maka demi Tuhan akulah orang yang sangat kafir!&#8221;</p>
<p>            Bahkan dari keasyikan Mirza Ghulam kepada Nabi Muhammad, menurut Ahmadiyah, ia telah fana fir-rasul yakni pada dirinya membayang  wujud yang mulia Rasulullah s.a.w. Malahan bila diperhatikan benar-benar, Mirza Ghulam adalah kenabian Muhamadiyan juga, yang zhahir dalam suatu cara yang baru. Ibarat melihat cermin, demikian Ahmadiyah melanjutkan, kamu tidak menjadi dua, bahkan kamu tetap satu juga adanya, kendatipun nampaknya dua. Salah seorang pengikut Mirza yang setia menceritakan bahwa ia pernah melihat dalam mimpi, wujud suci Hadrat Rasulullah Muhammad Mustafa s.a.w. adalah juga merupakan wujud suci Hadrat Mirza Ghulam Ahmad, Masih Ma&#8217;uud a.s. Aku tidak ingat,  demikian sahibul mimpi melanjutkan, apakah lebih dahulu melihat Mirza  sahib Mirza Ghulam Ahmad atau melihat wujud suci nabi Muhammad s.a.w. Tetapi yang jelas ialah kedua wujud suci itu telah diperlihatkan dalam keadaan hanya merupakan satu wujud suci. Hal ini mengandung arti, bahwa pada masa kini, pantulan dan kazhahiran yang sempurna dari wujud suci nabi Muhammad adalah wujud Mirza Ghulam Ahmad.</p>
<p>Apakah yang demikian itu, tidak suatu penghormatan pada nabi Muhammad oleh Mirza Ghulam?! Maka, terimalah nabi yang datang dari Allah ini, demikian seru seorang Ahmadiyah. Akan tetapi di lain kesempatan datang ancaman keras dari Ahmadiyah pada mereka yang tidak mau percaya pada kenabian Mirza, dengan kata-kata lantang: &#8220;bahwa semua orang Islam harus percaya pada nabi Mirza Ghulam Ahmad; kalau tidak, berarti mereka tidak mengikuti ajaran-ajaran Al-Qur&#8217;an. Dan siapa-siapa yang tidak mengikuli Al-Qur&#8217;an maka ia bukan muslim. Dan barangsiapa mengingkari seorang nabi, menurut istilah agama Islam disebut kafir!&#8221;</p>
<p>            Demikian Ahmadiyah, mula-mula mereka memuji-memuji Nabi Muhammad, kemudian minta agar ia diakui sebagai nabi, akhirnya ia mengancam vonnis kafir bagi siapa-siapa yang tidak mau percaya kenabiannya. Jelas disini adanya watak-watak munafik pada diri Mirza Ghulam maupun pengikut-pengikutnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Silvie</title>
		<link>http://jusman.wordpress.com/2008/05/15/kafirkah-ahmadiyah/#comment-396</link>
		<dc:creator>Silvie</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 04:37:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jusman.wordpress.com/?p=30#comment-396</guid>
		<description>TO: Nabi lama 
Yang dimaksud orang2x yg sesat dalam ayat tsb itu siapa.

Kalau seumpanya ada seorang muslim ia mengaku sbg muslim tapi ia tidak menjalankan ajaran Islam itu sendiri bahkan ia melanggar aturan yg ada dalam Alquran apakah orang tsb juga sesat.contohnya tidak jujur dalam bekerja.tidak melaksanakan shalat.ya hanya sekedar mengaku Islam tapi prilaku jauh diluar Islam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>TO: Nabi lama<br />
Yang dimaksud orang2x yg sesat dalam ayat tsb itu siapa.</p>
<p>Kalau seumpanya ada seorang muslim ia mengaku sbg muslim tapi ia tidak menjalankan ajaran Islam itu sendiri bahkan ia melanggar aturan yg ada dalam Alquran apakah orang tsb juga sesat.contohnya tidak jujur dalam bekerja.tidak melaksanakan shalat.ya hanya sekedar mengaku Islam tapi prilaku jauh diluar Islam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: shadow's</title>
		<link>http://jusman.wordpress.com/2008/05/15/kafirkah-ahmadiyah/#comment-395</link>
		<dc:creator>shadow's</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 14:35:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jusman.wordpress.com/?p=30#comment-395</guid>
		<description>Siapa yg memaksa pak Soegana Gandakoesoema :?: ... :cool:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Siapa yg memaksa pak Soegana Gandakoesoema <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_question.gif' alt=':?:' class='wp-smiley' />  &#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt=':cool:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Nabi lama</title>
		<link>http://jusman.wordpress.com/2008/05/15/kafirkah-ahmadiyah/#comment-393</link>
		<dc:creator>Nabi lama</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 21:41:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jusman.wordpress.com/?p=30#comment-393</guid>
		<description>&quot;Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.
esungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.
Dan apabila dikatakan kepada mereka: &quot;Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,&quot; mereka menjawab: &quot;, tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari  nenek moyang kami&quot;.&quot;walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?&quot;.
Dan perumpamaan  orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti.&quot; (QS 2:168-171)

&quot;Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan  kepada cahaya . Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan . Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.&quot; (QS 2:257)

&quot;Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat.&quot; (QS 3:90)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.<br />
esungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.<br />
Dan apabila dikatakan kepada mereka: &#8220;Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,&#8221; mereka menjawab: &#8220;, tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari  nenek moyang kami&#8221;.&#8221;walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?&#8221;.<br />
Dan perumpamaan  orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti.&#8221; (QS 2:168-171)</p>
<p>&#8220;Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan  kepada cahaya . Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan . Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.&#8221; (QS 2:257)</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya orang-orang kafir sesudah beriman, kemudian bertambah kekafirannya, sekali-kali tidak akan diterima taubatnya; dan mereka itulah orang-orang yang sesat.&#8221; (QS 3:90)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi</title>
		<link>http://jusman.wordpress.com/2008/05/15/kafirkah-ahmadiyah/#comment-392</link>
		<dc:creator>Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 10:41:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jusman.wordpress.com/?p=30#comment-392</guid>
		<description>SESUAI AL KAHFI (18) AYAT 29.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SESUAI AL KAHFI (18) AYAT 29.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
