PEMECAHAN BAGI MASALAH EKONOMI DUNIA: MANFAATKANLAH SUMBER-SUMBER DAYA ALAM SECARA LAYAK .

27 November 2008

“Akhir-akhir ini hampir semua pemerintah negara telah lebih mengutamakan pengembangan dan pembangunan kota-kota dan melalaikan kegiatan dan pembangunan di pedesaan.  Kecenderungan dan kebijakan mereka ini harus diubah”


Dalam sebuah wawancara dengan editor surat kabar ‘Mathrubhumi’ Imam Jemaat Muslim Ahmadiyah, Mirza Maroor Ahmad memaparkan cara-cara untuk mengatasi krisis keuangan global yang melanda akhir-akhir ini.  Dalam wawancara itu beliau juga menyinggung masalah-masalah kontemporer seperti terorisme global, resolusi konflik dan berlanjutnya penganiayaan terhadap Jemaat Muslim Ahmadiyah di negeri-negeri Muslim.

Berbicara mengenai masalah keuangan akhir-akhir ini, Mirza Masroor Ahmad menyatakan bahwa perkembangan pertanian mempunyai satu peranan penting.  Beliau mengatakan bahwa akhir-akhir ini hampir semua pemerintah negara telah lebih mengutamakan pengembangan dan pembangunan kota-kota dan melalaikan kegiatan dan pembangunan di pedesaan.  Kecenderungan dan kebijakan mereka ini harus diubah.

“Sekarang ini pemusatan adalah pada kawasan-kawasan perkotaan yang berarti bahwa orang-orang sedang meninggalkan kawasan pedesaan (urbanisasi) dan meningkatnya penduduk di berbagai kota. Hal ini telah berakibat pada jumlah pengangguran yang lebih besar (meningkat) karena jumlah orang melebihi jumlah lapangan kerja. Pemerintah-pemerint ah oleh sebab itu harus menyadari bahwa pertanian harus dikembangkan.

Hari ini pengaruh-pengaruh globalisasi adalah sedemikian hingga ketika orang-orang (yang hidup di kawasan-kawasan pedesaan) melihat gambaran-gambaran di televisi mengenai dunia yang telah berkembang, maka naluri mereka mengatakan untuk ‘bergerak ke luar’ menuju dunia yang lebih luas, bahkan tanpa mengetahui apa yang akan mereka lakukan ketika mereka sampai di sana.”

Ketika ditanya bagaimana bisa menitik berat pada pertanian dapat memecahkan krisis keuangan akhir-akhir ini?, beliau menyatakan bahwa secara pasti bidang pertanian merupakan satu masalah yang amat penting dan karenanya pengembangan pertanian dan bentuk-bentuk agrikultural lainnya adalah penting sebagai langkah awal untuk mengakhiri paceklik (kekurangan pangan).  Beliau bersabda:

“Prioritas pertama manusia selalunya adalah makanan. Lalu prioritas kedua adalah pakaian untuk dipakai dan yang ketiga adalah rumah sebagai tempat tinggal. Seperti telah saya katakan prioritas pertama adalah makanan dan makanan tidak dapat dihasilkan tanpa pertanian. Kita (di Anak Benua) mempunyai satu iklim yang sedemikian hingga kita dapat menumbuhkan (menanam) segala macam [tanaman] pangan. India sedang melakukan hal ini hingga satu tahap tertentu tapi tidak di Pakistan… Alih-alih memanfaatkan sumber daya kita sendiri, bahkan kita sedang menyia-nyiakannya. Kita punya ahli-ahli dari segala bidang, ahli genetika, pertanian dan lain-lain namun apa yang ada pada kita adalah kurangnya dukungan mendasar kepada pribadi-pribadi petani hingga pada lapisan akar rumput.”

Kemudian beliau berbicara mengenai terorisme dan penyebabnya. Beliau mengatakan:

Terorisme terjadi ketika seseorang menyadari bahwa orang lain sedang mengambil apa yang merupakan haknya. Ketidak adilan ini mengarah pada satu reaksi. Tetapi orang itu bereaksi tidak dengan bimbingan yang benar dan juga orang-orang demi kepentingan mereka sendiri memanfaatkan reaksi itu untuk maksud-maksud mereka sendiri. Sehubungan dengan agama, Kitab Suci Al-Qur’an mengatakan bahwa tak ada paksaan dalam agama dan ia juga mengatakan bahwa setiap orang bebas untuk memilih keyakinannya dan tidak dapat dipaksa dengan kekerasan.”

Sehubungan dengan penyelesaian konflik, beliau mengatakan bahwa tak boleh tidak bahwa di mana ada dua negara yang bersengketa dibiarkan dalam perselisihan mereka tanpa pengaruh atau campur tangan negara-negara (pihak) ketiga. Satu-satunya kekecualian dalam hal ini adalah jika salah satu negara dengan sewenang-wenang menyerang negara lain maka ketika keadaan sewenang-wenang seperti itu terjadi maka negara-negara (pihak) ketiga terikat pada kewajiban untuk membantu mempertahankan negara yang diserang.

Wawancara ditutup dengan pembahasan mengenai berlanjutnya penganiayaan terhadap Jemaat Muslim Ahmadiyah. Beliau mengatakan bahwa Pakistan tidak menyadari bahwa hal itu akan menyebabkan dirinya sendiri menderita dengan berlanjutnya penganiayaan terhadap Jemaat Ahmadiyah.  Disebabkan penganiayaan- penganiyaan ini banyak pemikir cemerlang dari Ahmadiyah yang akan hilang (beralih) ke negara-negara lain.  Sebab para Ahmadi terpaksa pindah mencari suaka ke negara-negara lain di seluruh dunia. Beliau atba. bersabda bahwa walau pun Jemaat berupaya sekuat kemampuan dan berupaya mengakhiri penganiayaan ini, namun urusan sepenuhnya adalah terserah kepada Allah.

Berbicara mengenai masalah ‘toleransi’ dalam masyarakat, beliau atba. mengucapkan selamat pada negara-negara Barat untuk upaya-upaya mereka dalam masalah toleransi ini.  Beliau menyebutkan bahwa baru-baru ini beliau telah berpidato di Parlemen Inggris dan diberikan kesempatan untuk berbicara dengan gamblang mengenai masalah-masalah dunia. Para anggota parlemen, duta-duta besar, dan orang-orang terkemuka lainnya hadir untuk mendengarkan dengan seksama dan mengucapkan selamat kepada beliau yang menyoroti kekurangan-kekurang an yang banyak terjadi pada masyarakat akhir-akhir ini.  Hal ini menggambarkan toleransi dan keinginan baik mereka untuk menyimak pandangan-pandangan dari orang lain.

1 National Malayan newspaper. Print circulation 1.2million, readership 8million. Editor in Chief: K Gopalakrishnan,

4Ominute interview took place 11.4Oam-12.2Oam, 26 November 2008 at Ahmadiyya Mosque Calicut

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: