Balada Ahmadi Sesat

Aku seorang Ahmadi, begitupun keluargaku, ya aku dibesarkan di lingkungan Ahmadiyah. Disitu aku banyak mengenal Ahmadiyah baik yang “terlanjur” diperkenalkan maupun aku berusaha mengenal sendiri, bagaimana Ahmadiyah sebenarnya yang saya anut. Alhasil Perjalanan panjang hidupku dengan keahmadiyahanku saya akui saya betah dengan keahmadiyahanku. Di berbagai media, seperti saya ketahui begitupun kita ketahuhi saat marak isu aliran sesat, Ahmadiyah tak terluput darinya bahwa Ahmadiyah Adalah sesat! Diriku sendiri tak menaruh hirau terhadap cap itu toh itu Cuma sekedar cap, cap dari manusia yang tak tenjamin kebsahannya, karena kusadari juga cap itu bukan jaminan untuk masuk surga. Perihal pemberian cap itu adalah fenomena biasa dan dari sudut mana sang pemberi cap berdiri. Saya tidak keberatan dicap sebagai aliran sesat toh Nabi saw juga di cap sesat oleh mainstream Qurays pada waktu itu. Saya akui kafir Qurays benar pada waktu itu, setidaknya menurut mereka, tetapi itulah kebenaran tidak bisa dilihat dari satu sisi saja, ternyata kebenaran yang ditangkap oleh kafir Qurays pada waktu itu mereka tak mampu menangkap kebenaran yang lebih mulia lagi.

Suatu keyakinan baru tak serta merta diterima, selalu ada proses dialektis yang panjang bagi orang lain menerima keyakinan itu. Pernah aku membaca kata-kata mutiara bahwa sebenarnya menerima gagasan yang baru itu tidaklah sulit, yang sulit itu adalah meninggalkan keyakinan yang lama. Sejarah para nabi pun memperlihatkan yang semacam itu. Tatkala para nabi Allah mendakwakan diri bahwa mereka adalah utusan Allah dan menyeru orang-orang pada waktu itu untuk menyembah kepada Allah semata maka saat itu pula kebenaran itu mendapat tandingan, yaitu tandinagn dari penentangan, ejekan dan skeptisisme masyarakat. Secara umum jawaban mereka adalah kami mendapati bapak-bapak kami dahulu seperti ini. Dengan kata lain ini adalah keyakinan yang maki anut sejak dulu yang diturunkan oleh bapak-bapak kami dahulu, kok tiba-tiba harus menerima suatu keyakinan yang dibawa oleh orang yang tiba-tiba muncul bak “pahlawan kesiangan” atau dengan kata-kata “ah apalah orang ini, tak lain adalah orang biasa seperti kami juga, manusia biasa yang biasa berjalan si pasar. Pandangan seperti itu dari sudut pandang sosioligis dan psikologi adalah wajar, tetapi kewajaran itu menjadi tidak wajar tatkala sang penyampai dijadikan bahan perolokan, bahan bulan-bulanan dengan cara seribu satu macam, diusir, dicaci dimaki, dn lain-lainnya…Dan hal itu juga tak menjadi wajar tatkala bukti kebenaran begitu terangnya dimata mereka tetapi mereka tetap dengan kedegilan mereka, acuh bahkan semakin mambatu.

Dari hal ini apa yang ingin saya sampaikan? Paparan ini memang berlaku dalam tataran sejarah para Nabiullah dahulu, bahwa begitulah kiranya. Tetapi dalam kaitannya dengan saya yang Ahmadiyah ini setidaknya ada sisi persamaannya, yaitu dari sisi sosoiologis psikologis tadi. Bahwa katakanlah Ahmadiyah membawa sesuatu yang baru (walau kami mengatakan ini bukanlah hal baru), reaksi yang ditimbulkan terhadap yang baru, baik menerima, acuh, simpati atau malah menentang, skeptis, merendahkan itu adalah wajar. Saya tetap berpegangan seperti yang saya katakan tadi sesuatu yang baru tak langsung orang-orang welcome, disambut dengan karpet merah, jangankan persoalan keyakinan persoalan sehari-hai saja memang seperti itulah preseden yang dapat kita lihat.

Memang dari persamaan ini bukan berarti yang baru itu selamanya betul, bisa juga salah. Dari proses dialektis tadi bisa jadi anggapan yang menentang yang benar, bisa juga sebaliknya yang dianggap salah itu lah yang benar, seperti Rasulullah saw misalnya, setidaknya dari sudut pandang kita, beliaulah yang benar kendatipun orang-orang Qurays pada waktu itu secara kompak menentang beliau, dengan mengatakan Rasulullah sebagai penipu, orang yang tidak waras, orang yang membikin kerusuhan di masyarakat dlllsb. Tetapi jangan sampai skeptimime kita, penolakan kita sampai melampaui batas tetapi kita sikapi secara arif bijaksana. Untuk itulah selidikilah dulu Ahmadiyah secara dekat jangan hanya melihat dari satu sisi saja, jangan hanya mendengar dari sumber yang satu saja, bagaimana kalau ternyata Ahmadiyah yang benar, bagaimana kalau ternyata opini-opini yang beredar itu adalah fitnahan, bagaimana kalau ternyata anggapan awal tadi adalah keliru seperti halnya para kafir Qurays tadi misalnya, jangan sampai seperti itu. Saya pastikan Ahmadiyah tak seperti yang dibayangkan atau yang telah terlanjur terbayang tentang Ahmadiyah. Perbedaan Ahmadiyah bukan pada hal pake baju atau tidak tetapi lebih kepada perbedaan warna baju yang dipakai. Artinya kita sama-sama pakai baju, baju yang sama, walaupun ada beda pada warnanya.

Sekali lagi perbedaan penyikapan Ahmadiyah lebih kepada perbedaan sudut pandang. saya mengakui itu adalah proses yang wajar. Tetapi saya sedih kewajaran itu disikapi dengan hal-hal yang tidak wajar. Saya sendiri telah merasakan akibat dari itu, ketika Parung dikepung oleh ribuan massa, entahlah seperti apa saya pada waktu itu menggambarkan, MENCEKAM! satu yang saya pikikan pada waktu itu hidupku sedang berada pada titik persimpangan antara hidup dan mati. Dan itulah pilihan saya waktu itu, hidup atau mati. Belum lagi peristiwa-peristiwa yang dialami saudara-saudara saya nun jauh disana, tak usahlah mungkin saya ceritakan, “penindasan-penindasan” itu.

Dalam keadaaan seperti ini saya teringat dengan jawaban dan sekaligus suatu prinsip para tukang sihir Firaun ketika berimannya mereka kepada Musa mendapat ancaman dari Firaun bahwa mereka akan dipenggal tangan, dan kaki secara bersilangan dan disalibkan diatas pohon kurma (Q.S 20:72) tetapi mereka tak gentar dengan menjawab lantang, lakukanlah seperti yang engkau inginkan, sesungguhnya engkau hanya bisa memutuskan kehidupan jasmani ini saja. Dalam arti kata keyakinan di hati tak bisa dipisahkan oleh apapun. Itulah setidaknya prinsip saya yang saya pegang, bahwa api yang membakar, ancaman yang membahana, tubuh yang tak tau dari arah mana, kapan dan siapa terus terongrong, bagai api yang dengan gagah nerkibas-kibas ingin menghanguskan tubuh lemahku. Tetapi lakukanlah, bahwa hanya badan ini saja yang bisa terbakar hangus atau harta yang terbawa ludes tetapi tak ada yang dapat membakar yang ada di hati. Saya tetap dengan keyakinan ku kepada Allah dan kemabukan kepada Rasulullah tercinta. Tak akan lekang oleh pedang tak luntur oleh waktu tak pula patah oleh gelombang. Sebilah pedang dapat melukai daging tetapi dapatkah melukai udara? Setajam apapun pedang dan sekuat apaupun dengannya lengan mengayun. Kamu orang sesat!! tak pantas mengaku Islam, bikin agama baru!!! Sekarang ku bertanya. Apa patokan seseorang itu sesat atau tidak? Dimana letak sesatnya? Adanya perbedaan penafsiran dapatkan di bilang sesat? Sekali lagi kukatakan bahwa aku tetaplah Islam, sekali Islam tetaplah Islam, sekali di hati tetaplah di hati, sebutlah kami orang yang mengaku Islam, Sebutlah kami Islam sempalan, sebutlah apapun yang membuat kalian puas hati.. kalau di hati kami tetalah Islam. Aku berkata Dalam keberislamanku kukutipkan perkataan Ghulam Ahmad

Setalah asyik dan cinta kepada Tuhan

Aku ini mabuk cinta kepada Muhammad

Jika inilah yang disebut kufur

Maka demi Allah aku ini memang sangat kafir’’

Inilah akidah kami, jika jalan ini yang dikatakan sesat, kuulangi lagi bahwa akulah yang paling sesat dari jalan yang kutempuh itu. Saya dengan tulus mengatakan saya/kami adalah orang Islam, kami mempercayai tiap suatu yang wajib dipercayai oleh seorang muslim sejati dan kamipun menolak tiap sesuatu yang wajib ditolak oleh seorang Islam sejati. Kalau kalian menyatakan ini adalah bualan semata, silahkan saja. Bahwa ini adalah perkataan bohong silahkan juga, tetapi kukatakan jika memang ini bukan kebohongan, maka kalian bertanggung jawab dari segala sangkaan kalian. Karena kukatakan lagi siapakah dapat mengetahui apa yang terkandung di dalam hati orang lain?? Hanya tuhan saja yang tahu. Tetapi baiklah aku beri tahu kami beriman kepada rukun iman begitu pula rukun Islam. Kuuucapkan juga bahwa syahadat kami pun adalah asyhaduannalaailaha illallah waasyahduanna muhammadanrrasulullah. Kitab kami adalah Alquran tak ada tambahan tak pula pengurangan dari segala ayatnya, kalian mengatakan Tadzkirah adalah kitab sucinya Ahmadiyah, dengan pastinya kukatakan lagi kami tak pernah menganggap seperti itu, tak lain tadzkirah adalah kitab/buku biasa. Kami berkiblat ke Mekkah al Mukaromah. Mekah pula sebagai tanah suci dan tampat kami berhaji. Walaupun di beberapa daerah tak bisanya orang Ahmadi lantaran adanya pelarangan dari iphak-pihak tertentu.. Kukatakan juga kami bukanlah bentukan inggris, janganlah mereka-reka, janganlah menduga-duga, hanya mengambil sumber dari satu sudut pandang atau dari satu fihak tidaklah bijaksana. Lantaran Inggris memberikan keamanan dalam berktifitas dalam agama tidaklah dapat dikatakan bahwa Ahmadiyah adalah bentukan inggris, toh bukan hanya ahmadiyah bahkan setiap agama-dengan syarat tidak mengancam satabilitas negara- mereka juga diberikan kebebasan yang sama. Atau barangkali adanya pujian Ghulam Ahmad terhadap pemerintahan inggris tidak pula berarti Ahmadiyah dan Inggris ada “main”, toh ulama-ulama sezaman pada waktu itu juga banyak yang mempunyai sikap seperti itu, bahkan kalau mau diperbandingkan pujian ghulam ahmad tidak seberapanya dibandingkan dengan ulama-ulama pada waktu itu. Bagaimana pula jika kami bentukan Inggris mengapa pula kami dengan lantang menyuarakan bahwa Tuhan mereka Yesus tak lain adalah seorang manusia biasa bahkan telah mengtakan kalau yesus manusia itu telah pula wafat sebagaimana Rasul-rasul Allah semuanya. Apa lagi yang ingin kukatakan, ah cukup saja dulu disini. Jika ini bohong dengan mengatakan perkatan ini hanya sebagai tameng, maka apa lagi yang akan menyamai Tuhan..

27 Comments to “Balada Ahmadi Sesat”

  1. Wah, bagus banget artikelnya….
    Tapi kok tulisannya kecil2 siCh, jadi kurang nikmat ngeliatnya.
    Solusi: Ngetiknya di “Notepad” aja, jangan di “Microsoft Word” soalnya, kalo di MS Word, bentuk dan jenis hurufnya pasti akan disamakan dengan yang ada disana.

    Met menulis,
    Sobatmu.

  2. assalamu’alaikum
    kita bertabligh berbagaicara semoga Allah senantiasa memberkati.amin

  3. Assalamualaikum wr wb,
    Blog yang bagus, tapi alangkah baiknya kita para ahmadi menjadi dai seperti perintah Khalifah IV dengan langsung “turun gunung” bertabligh dengan langsung diforum-forum dimana mereka mainstream biasa memfitnah ahmadi, agar mereka dapat menerima penjelasan kita.
    Jika sudah kita jelaskan mereka masih memfitnah, ya apa hendak dikata: kita hanya menyampaikan bukan sebagai penjaga keimanan mereka..
    Saya rasa dengan bertabligh melalui blog sedikit kurang efektif..maaf
    wassalam,
    Alif

  4. Assalamualaikum wrwb
    Nabi Muhammad saw bersabda Balligu anni walau aayah,maka siapapun kita dan dimanapun berusahalah untuk melaksanakan perintah tersebut.Caranya berbagai methode bisakita tempuh,dengan turun gunung bertabligh dengan langsung diforum-forum bagus atau melalui blog pun juga bagus atau pun dengan cara yang lainnya . yang penting marilah kita bersama-sama untuk memenuhi perintah tersebut dalam
    rangka penghidmatan dalam jamaah ini.
    semoga Allah swt memberkati kita amiin.

  5. Semoga Allah swt senantiasa memberikan cahaya dan hidayah untuk kita, untuk senantiasa memberi kekuatan, untuk menentukan mana yang haq dan mana yang sesat.
    Hanya dengan berusaha kita akan memperoleh hal itu. Bukan hanya dengan berkata ” semoga Allah…. bla bla”
    Dan salah satu usaha yang kita lakukan adalah dengan menggali ilmu. Sebab hanya dengan ilmu kita bisa menentukan mana yang haq dan mana yang batil.

  6. Orang yang berilmu lebih tinggi derajatnya daripada yang tidak berilmu. Manakala kita menentukan sebuah keputusan yang didasarkan ilmu yang benar, maka Allah pasti meridhai apapun keputusan yang kita buat. Ingatlah kawan, semua ada ilmunya.

  7. Alif…Alif, dimilis-milis mana aja kamu berkeliaran dengan mengatakan non ahmadi membuat fitnah dan membuat fitnah. Anak kecil aja bisa ngomong begitu. Jangan hanya bisa mengatakan fitnah tetapi coba kamu berikan penjelasan yang benar itu seperti apa.

  8. Bang Jusman, Isa Mujahid Islam, Shagir, Mubarak Ahmad, Khaeruddin, mari gabung diskusi di http://islamic.us.to
    Gw semangat nih kalau diskusi dgn begitu banyak ahmadi….tambah semangat. Boleh deh anda semua ajak teman-teman ahmadi lainnya untuk gabung di link tsb. Keroyokan juga nggak ape-ape…paling-paling ilmunya mentok sampe sebegitu aje…hii.hii..hiii

  9. awas Jangan terpancing..
    untuk diskusi dengan mereka,
    Forum tsb bisa diedit sesuka hatinya oleh admin…

  10. Alif:
    awas Jangan terpancing..
    untuk diskusi dengan mereka,
    Forum tsb bisa diedit sesuka hatinya oleh admin…

    Jawab:
    Demi kebenaran, kenapa musti takut? Ada bukti bisa diedit sama admin?
    Yah… paling tidak lihat2 aja nggak apa2 khan?

    Wassalam,

  11. Buat kang shadow, aku dan mungkin juga teman-teman lain menyadari memang apalah kami, ilmu kami tak seberapalah, saya khususnya yang lemah ini hanya sekedar mencoba menawarkan apa yang bisa saya berikan. kalau mau diskusi boleh saja tentu saja dilatari oleh senmangat memang mencari titik terang bukan untuk saling menjatuhkan. taruklah saya “menang di dalam diskusi,dan bang shadow “kalah” tetapi itu adalah kemengan semu, karena yang namanya akal ntar juga bang shadoe besok-besok punya dalil yang lebih hebat lagi. atau malah sebaliknya jika bang shadow menang atas saya. kalau siskusi diskusi atas dasar mendapatkan kemenangan.

  12. Buat jusman:

    ini bukan masalah menang atau kalah, saya hanya sebatas menjelaskan kesesatan Ahmadiyah.

    Quote Alif:
    awas Jangan terpancing..
    untuk diskusi dengan mereka,
    Forum tsb bisa diedit sesuka hatinya oleh admin…

    Jawab:
    ha..haa..haa memangnya Ahmadi itu ikan sampe terpancing segala. Kalau bisa diedit kenapa anda tdk membetulkannya Bang.Alif

  13. Bung Jusman,
    Sekedar cerita saja yah. Saya dapat info ini dari orang tua saya.
    Dahulu, pada waktu orang tua saya masih kecil, di desa dimana ortu saya tinggal kedatangan seorang yang mengaku seorang Ahmadiyah. Maka oleh ketua kampung/desa ortu saya itu dibawalah ke masjid terdekat untuk diskusi. Setelah diskusi panjang lebar, ternyata si orang Ahmadiyah ini tersudut, tidak bisa menjawab lebih lanjut. Maka pergilah dia dan ternyata tidak kembali lagi.
    Nah, Anda mungkin belum pernah dengar cerita seperti ini bukan? Ini kisah nyata Bung! Ortu saya yang cerita, langsung.
    Disini kita dapat satu sumber yang cukup valid. Yaitu Bung Shadow ini. Anda mungkin pernah mampir di Isnandi atau Islamic, bisa kita ambil hikmah2nya.
    Jangan takut sama ancaman dari sesama / ulama Ahmadi, bahwa bisa tercemar ajaran Islam yang lama. Justru kita mau buka apa sih itu Ahmadiyah sebenarnya, mulai dari sejarah awalnya. Bukan mulai dari kondisi terakhirnya, yang bisa jadi banyak modifikasi.
    Wassalam,

  14. Quote jusman:
    taruklah saya “menang di dalam diskusi,dan bang shadow “kalah”

    Jawab:
    Pede sekali nih ahmadi yang satu ini…Alif, Dino, Awi, M.A.Suryawan aja pade keok melawan ahmadi…he…hee..heee…coba uji deh kemampuan ente di http://islamic.us.to

  15. Quote jusman:
    taruklah saya “menang di dalam diskusi,dan bang shadow “kalah”

    Jawab:
    Pede sekali nih ahmadi yang satu ini…Alif, Dino, Awi, M.A.Suryawan aja pade keok melawan non ahmadi…he…hee..heee…coba uji deh kemampuan ente di http://islamic.us.to

  16. ujung-ujungnya sudah bisa dipastikan pasti ente akan keok….heee..hee..heee….sumber dari tadzkirah mau mematahkan sumber dari Al-Qur’an…heee…heee…heee…ente hanyalah bermimpi. Sama seperti mimpi-mimpi ahamdi yg lain.😀

  17. Ini Juga kisah nyata bung Nabi Lama,
    Adanya tiga serangkai anti ahmadi yang selalu saja menghibur dirinya sendiri sampai2 gw selalu diikuti kemanapun pergi karena penasaran..
    rupanya gw sekarang sudah mempunyai pengikut..hehehe

  18. Quote:
    Ini Juga kisah nyata bung Nabi Lama,
    Adanya tiga serangkai anti ahmadi yang selalu saja menghibur dirinya sendiri sampai2 gw selalu diikuti kemanapun pergi karena penasaran..
    rupanya gw sekarang sudah mempunyai pengikut..hehehe

    Jawab:
    Kacian deh gw ngikutin ente hanya untuk mengcounter ajaran sesat ente😀

  19. Nabi lama : kayaknya orangtua kita sekampung deh… Salah satu tempat di Sumatra Barat kan? Atau ternyata kasus seperti ini banyak? hihihi…. Piss ahhh…

  20. Ichanx,
    Kok lu tau sih… Bener2 kasus ini pernah terjadi di mana2. Piss juga…

  21. Assalamu ‘alaikum wr.wb.
    Sok lah tarabligh, biar orang-orang tidak menjadi korban Theologhi Ekstrim JI, MMI, FPI dan AL-QAEDA.Mudah-mudahan negeri yang indah ini tidak menjadi Afghanistan II.

  22. blog yang bagus, dan curahan hati yang jujur, saya kira kalau semua orang memahami persepsi msing-msing dengan sikap yang bijak saya kira penyikapan perbedaan dengan cara kekerasan tidak musti terjadi…betul bahwa keyakinan tidak akan dipisahkan oleh apapun dan siapapun, walaupun saya bukan ahmadi.

    bravo ahmadi

  23. orang yang suka menyesatkan biasanya ada ada dua kemungkinan. pertama soal pemahaman yang sempit, kedua karena ada kecemburuan sosial yang kemudian dilampiaskan dalam bentuk aksi kekerasan. sebab orang-orang seperti ini susah diajak diskusi, diajak mencari jalan damai dll.

  24. Hanya Allah saja lah yang mampu mebukakan hidayahNya kepada seseorang. Kami hanya menunjukkan/memperlihatkan jalan Islam yang dibawakan oleh Nabi SAW saja. Kalo masih ada jalan lain selain yang diajarkan Nabi SAW, terserah bagi orang mau ikut Islam atau jalan yang lain itu.
    Secara internal dan eksternal, Islam tidak eksklusif. Internal, baik pengikut aliran shiah dan sunni bisa shalat bersama-sama, menggunakan mesjid yang sama dan slaing berimam kepada siapa saja yang mengimami.
    Silakan saudara timbang2 timbang seperti apa Ahmadiyah itu, apakah dia itu Islam atau bukan?
    Wassalam,

  25. Coba deh sodara membaca artikel berikut untuk membuka wawasan anda,

    Sanggahan Kritis Untuk Pengikut Ahmadiyah
    http://raiky-sky.blogspot.com/2012/06/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

    Baca juga ini karena di artikel ini akan membahas mengenai :
    1. Siapakah nama Tuhan sebenarnya ?
    2. Dimanakah letak pintu langit ? Apa yang terdapat di langit Pertama & ketujuh ?
    3. Kalau bukan naik ke langit, lantas kemanakah manusia yang telah meninggal ?
    4. Bagaimana wujud syetan dan bagaimana cara menghindarinya ?
    5. Siapakah sebenarnya Satrio Piningit, Imam Mahdi, Nabi Isa As, Yesus Kristus, Dajjal, dan Anti Kristus ?
    http://raiky-sky.blogspot.com/2012/06/mengungkap-rahasia-langit.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: