Menyebut “Tuhan” Muhammad Mengapa Tidak?

(Kalau orang Kristen menyebut Yesus sebagai Tuhan (lantaran dari Bible Sendiri kata Tuhan itu me-refers kepada kata nabi), kalau begitu kita pun dapat menyebut Muhammad saw sebagai “Tuhan”, tetapi……….)

 

(Sebuah tulisan sebagai sebuah perenungan mengenai penggunaan istilah “Tuhan” terhadap Yesus)

Sejak pertama kali ditugaskan sebagai Mubaligh Lokal (Local Missionnary) Jemaat Ahmadiyah Indonesia Salatiga (Jawa Tengah) dan bergaul dengan tetangga sekitar yang mayoritas Kristiani, penulis acapkali mendengar kata-kata-kata Tuhan Yesus, Yesus Tuhan atau Kristus Tuhan. Karena secara terus menerus kata-kata ini didengar setiap hari, maka akhirnya menjadi terbiasa juga. Pada awalnya memang timbul nada protes di benak penulis dan memperlihatkan ketidaksetujuan. Tetapi karena mereka yang mengucapkan inipun hanya kebiasaan, akhirnya penulis biarkan saja sambil tetap berpikir bagaimana cara merubahnya sedikt demi sedikit.

 

Untunglah, di rumah Missi penulis memiliki literatur tentang kekristenan (kristologi) yang cukup lengkap. Terlebih setelah mulai dilengkapi dengan tabligh Centre Kristologi. Dokumentasai gambar dan tulisan mengenai kain kafan Yesus, foto bekas tubuh Yesus diatas kain kafan dan penelitian modern mengenai kain kafan (Holy Shroud) dn VCD Persuit of the Holy Shroud juga tersedia. Bahkan penulis juga mengumpulkan VCD tentang Yesus dalam berbagai versi/bahasa. Diantaranya VCD Passion of the Christ (bahasa Ibrani teks Indonesia), “the Revolutionary” (bahasa Inggris, teks Indonesia), “Path of the Faith” (Bahasa Inggris teks Indonesia), “tokoh terbesar Sepanjang Masa” (Dubbing Indonesia), dan “Tokoh Terkenal Sepanjang Zaman” (Dubbing Indonesia).

 

Setelah adanya VCD dan buku-buku ini, anak-anak tetangga yang biasa belajar (Additional Lesson) di rumah Missi sering minta diputarkan VCD tentang Yesus. Aneh juga bukan hanya anak-anak Kristen yang gemar menyaksikan film tentang Yesus, anak-anak Islampun banyak yang tertarik untuk menyimak dan berkomentar, kadang ikut mengatakan “Tuhan Yesus” juga. Apakah mereka latah atau hanya sekedar ikut-ikutan mengucapkan demikian, wallauhu a’lam!

 

Ketika memutar VCD inilah kesempatan penulis menjelaskan peri kehidupan Yesus yang sebenarnya, terlebih mengenai peristiwa penyaliban dan pengembaraan beliau ke India. Tayangan VCD yang menceritakan kisah Yesus dengan berlain-lainan versi sangat membantu pemahaman anak-anak. Banyak peristiwa yang sama dalam Alkitab yang ditayangkan dalam VCD itu menjadi berlainan. Apalagi bila VCD itu hanya menceritakan kisah Yesus dengan kisah yang dikemukakan VCD lain versi Sinoptik atau Yohanes atau Versi Sutradara film yang kadang tidak didasarkan pada teks Alkitab manapun. Perbedaan ini bukan hanya mengenai hal-hal yang kecil tetapi juga terjadi pada hal-hal yang besar dan prinsipil.

 

Kontroversi Seputar Sosok Yesus

 

Misalnya, tentang profil tokoh Yesus itu sendiri. Di satu VCD , beliau as digambarkan sebagai seorang yang masih sangat muda dengan wajah kekanakan. sedang VCD lain menggambarkan dengan sosok yang lebih dewasa dan berwibawa. Yang jelas wajah Yesus diantara semua VCD ini juga sangat berbeda alias tidak ada yang mirip satu pun. Begitu juga dengan tokoh-tokoh yang lain, semisal 12 murid Yesus (Apostle). Bahkan bentuk salib yang dipergunakan baik untuk menyalib Yesus maupun dua orang penjahat di kanan kiri beliau as juga berbeda-beda. Ada yang berbentuk “palang” + (crux immisa) ada yang berbentuk “T” (crux commisa) dan ada yang berbentuk silang “X”. Lalu mana yang benar?sulit dipastikan”, kata Prof. Xavier Leon-Dufour, Penasihat Paus dari Vatikan, “apakah salib Yesus berbentuk crux immisa atau commisa. Namun yang kiranya lebih menyakinkan ialah bentuk yang kedua, yaitu berupa huruf “T” (Ensiklopedia Perjanjian Baru, Yogyakarata: Kanisius, cet. IV, 1995, hal 487-488). Begitu juga dengan pemakuan yang dilakukan oleh serdadu Romawi, ada VCD yang memperlihatkan telapak tangan Yesus, ada lagi yang pergelangan tangan. Mana yang benar?

 

Bila kita mengikuti hasil penelitian ilmiah tentang kain kafan Turin, maka kita akan menerima paparan VCD Persuit of the Holy Shroud yang menampilkan pemakuan pada pergelangan tangan. Tetapi konseksuensinya, seluruh VCD lain yang bertentangan dengan itu harus ditolak, begitu juga sebaliknya.

 

Setelah menyaksikan tayangan VCD tentang yesus yang berbeda-beda ini, anak-anak, begitupun orang dewasa, akan kebingungan. Kisah Yesus versi mana yang patut dipercaya? Bila VCD versi lukas diterima, itu berarti akan bertentangan dengan versi sinoptik yang lain, versi Yohanes dan sutradara. Lebih-lebih kalau VCD veri sutradara film yang tidak berlandaskan teks Alkitab ini yang kita terima, maka akan gugurlah kisah Yesus versi lainnya. Bila diterima semuanya, pikiran kita akan menjdi kacau balau.

 

Kontroversi dan Dampak Psikologisnya

 

Dr Vernon Jonesm seorang psikolog terkenal Amerika pernah melakukan penelitian terhadap kelompok anak TK 9Kinder Garden) dimana selama beberapa waktu kepada mereka disuguhkan cerita tentang St. George, namun dengan karakter yang berbeda kepada setiap kelompoknya. Kepada kelompok pertama, St. George digambarkan sebagi sosok pahlawan yang sangat pemberani (a very brave figure), sedang kepada kelompok lainnya diceritakan bahwa St. George adalah seorang penakut, yang saking begitu takutnya hingga berlindung di dekapan ibunya. “these stories made certain sligt in the permanent changes in character, even in the narrow classroom sitution” ia menyimpulkan.

 

Maka akan sangat berbahaya, apabila VCD ini juga kemudian dipercayai oleh yang menyaksikannya. Pandangan mereka mengenai sosok Yesus akan menjadi berlainan, terbagi-bagi dan berbeda. Bayangkan, bila ini kemudian ini dipercayai sepanjang hidup. Ghairat kecintaan terhadap Yesus sendiri akan menjadi berkurang. Apalagi bila sosok Yesus ini kita lengakpi dengan gambar/lukisan wajahnya yang ada di dunia ini., jumlahnmya tentu mencapai ribuan.Di satu tempat Yesus berambut pirang, berhidung mancung, dengan potongan rambut sebahu. Sedang di daerah lain Yesus digambarkan berambut keriting, berkulit hitam legam, berhidung pesek. Di belahan dunia lain lagi ada yang menggambarkan Yesus bermata sipit, berkulit kuning langsat dan sebgainya. Ini tentu saja membentuk citra “Tuhan” yang sangat menggelikan.

 

Istilah “Tuhan dalam Alkitab dan Komentar Edwin Ludwig

 

Nah, dalam pengertian inilah penulis biasanya membiarkan mereka menyebut “Tuhan Yesus”, “Yesus Tuhan” atau Kristus Tuhan”. Sebab manakala meerka mengucapkan hal itu yng muncul dalam benak penuis adalalh sebenarnya mererka sedang mengucapkan “nabi Yesus”, “Yesus nabi”, atau “Kristus Nabi”. Hanya saja mereka tidak sadar mengganti kata “nabi” dengan “Tuhan”. Lho kok bisa begitu?

 

Dengan jelas penulis Injil Yohanes menceritakan “Percakapan Yesus dengan perempuan Samaria” (Yoh 4:1-42). Disana ketika secara terang-terangan yesus menyatakan fungsi hakiki firman Ilahi (wahyu). Maka permpuan Samaria itu mengatakan kepadanya, “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa engkau seorang nabi” (Yoh 4:19). Terjemahan Injil bahasa Jawa menyebutkan, “Gusti, sapunika tumrap kawula sampun cetha, bilih Paduka punika nabi”

 

dalam injil Bahasa Arab terbitan LAI diakatakan, “aro annaka nabiyyun, ya sayyid!” (versi Injil Arab Mesir mengatakan, “Yaa mu’allim, aro annakanabiyyun”, sedang versi Injil Arab Libanon menyebut, “Yaa robbu, aro annaka nabiyyun”.)

 

Dalam terjemahan Injil Bahasa Inggris dikatakan “I see, you are a profhet, sir”. Sedang terjemahan Injil bahasa Urdu dikatakan, “Ae Khudawand, mujhe ma’lum hota he keh tu nabi he”. Banyak tejemahan Injil ke dalam bahasa lain berbeda-beda ketika menterjemahkan nats diatas. Terjemahan Injil bahasa Sunda menyatakan, “Juragan the nagantos nabi, ceuk eta awewe”. Terjemhan Injil bahasa Batak Toba menyebut, Dung I ninna boru boru I ma mandok ibana: Ale tuan, panurirang do Ho huida!sedangakn Injil bahasa Yunani menyebutkan, Legei auto he gune, “kurie, theoro hoti profetes ei su!” kita heran, mengapa terjadi begitu banyak perbedaan terjemahan?

 

Menurut penuturan Injil, khususnya Yohanes, Yesus itu sudah sedari awal disebut oleh orang-orang sebagai “Tuhan”. Padahal orang Yahudi sendiri sebagai penganut tauhid (monoteis) sangat anti terhadap sebutan ini. Bagi mereka sebutan itu merupakan suatu hujatan dan dosa besar, Semua orang yang pernah hidup sezaman dengan Yesus, yang pernah melihat, duduk bersama dengannya, yang berbicara dan makan bersamanya, baik yang bersahabat maupun yang menentang misinya, tidak ada yang memandang Yesus lebih dari seorang manusia biasa seperti halnya mereka dan lainnya. Para sahabat dan pecintanya mengangkat Yesus hanya sebatas dalam jajaran kelas nabi-nabi dan mempercayai bahwa beliau adalah seorang rasul dari Tuhan (Luk, 24:19; Yoh. 6:14, 7:40; Mat. 21:10-11).

 

Murid-murid Yesus sendiri tidak pernah menyebut beliau as sebagai “Tuhan”. Paling sering mereka menyebut gurunya dengan kata “Rabuni” atau “Rabi” artinya “Guru” (Yoh.. 1:38-39; 4:31; 9:1-2; 20:16-18; Luk. 9:38; 13:1). Ini memang benar sehinggga Injil terjemahan bahasa Arab pun menterjemahkan “Rabb” atau “sayyid”(artinya tuan, bukan tuhan) oleh sebab itu sangat ganjil ucapan perempuan Samaria itu yang mengatakan, “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa engkau sorang nabi”.

 

Kita berhak bertanya, apakah kedudukan “Tuhan” itu sama derajatnya dengan “nabi” ataukah lebih tinggi daripada “Tuhan”? Ditilik dari maksud bahasa, ucapan Perempuan Samaria itu hanya berarti, kedudukan “nabi” lebih tinggi derajatnya daripada”Tuhan”. Atau kata itu telah disalahterjemahkan, yang benar seharusnya adalah, “Tuan, nyata sekarang padaku, bahwa engkau (memang seharusnya dengan huruf “e”kecil) sekarang nabi atau guru, nyata sekarang padaku, bahwa engkau seorang nabi “ (Ya Sayyid,? Ya mu’allim, aro annaka nabiyyun)

 

Lagipula Yesus telah menjelaskan hal ini dengan sangat gamblang. Kata Yesus kepada orang-orang Yahudi : “Tidakkah tertulis dalam kitab Taurat kamu: ‘Aku telah berfirman: Kamu adalah allah (penulisan kata “Allah dalam Alkitab pun tidak konsisten, kadang menggunakan “a” kecil, kadang dapat dibatalkan-, Masihkah kamu berkata kepada dia yang dikuduskan oleh Bapak dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku anak Allah”. (yoh. 10:33-36).

 

Kalau kepada nabi yang menerima firman Allah bisa disebut sebagai “Allah” (Tuhan), mengapa Yesus tidak diperbolehkan walaupun hanya menyebut dirinya “anak Allah”? Yesus bahkan hanya menganggap dirinya berada di bawah derajat para nabi yang disebut “ALLAH” tersebut.

 

Edwin Ludwig, seorang pakar Perjanjian Baru menulis:

Yesus tidak pernah berpikir bahwa dirinya lebih dari sekedar seorang nabi dan tidak pernah ada suatu keinginan sedikitpun yang bisa ditangkap oleh para pendengarnya, bahwa beliau memiliki pendapat dan cita-cita yang ditingkatannya diatas pendapat cita-cita manusia lainnya…toh Yesus lebih senang menggunkan ungkapan baru yang begitu manis untuk disbutkan kepada dirinya sebagai salah satu wujud dari kerendahan hatinya.

 

Itulah ungakapan yang berbunyi “anak manusia”. Memang dari dahulu para nabi selalu berusaha menunjukkan adanya jurang yang menganga lebar yang memisahkan antara merek ada dari ALLAH dengan menamakan diri mereka sebagai”Anak manusia”. Diantara mereka adalah Daniel dan Yehezkiel, kedua nabi itu mengungakapkan bahwa Tuhan telah menyapa keduanya dengan panggilan yang memang tepat bagi seorang anak Adam dengan sifatnya yang lemah, akan mati, yang dilahirkan untuk punah tetapi dengan janji akan mendapat ampunannya”. (Son of Man, hal. 95)

 

Dari penjelasan diatas terbukti bahwa di dalam Alkitab kata “ALLAH” terkadang ditujukan juga untuk manusia (Mzm. 82:1,6), para malaikat (Kej. 16:7, 13), nabi-nabi (misalnya nabi Musa a.s. Dalam Kel. 7:1), bahkan juga untuk “Anak perempuan Allah asing” (2:11; 2Kor. 4:3-4).

 

Menyebut “Tuhan” Muhammad

 

lalu pertanyaannya , apabila Yesus disebut sebagai “Tuhan”, atau “Allah”, mengapa kita juga tidak boleh menyebut Muhammad Musthofa Rasulullah saw sebagai “Tuhan” atau “Allah” ketika berhadapan “dialog” dengan orang Kristen? Bukankah beliau saw merupakan Khatamannabiyyin (Seal of the Prophets) yang derajatnya melebihi semua nabi yang sebelum dan sesudahnya? Hanya saja sebagai umat beliau saw kita tidak doperbolehkan menyanjung beliau saw melebihi kedudukan manusiawi beliau. Begitu rendah hati (tawadhu’) beliau saw ini, sehingga kita juga dilarang meninggikan kedudukan beliau saw manakala terjadi pertukaran pikiran dengan agama lain, sekirannya hal itu akan menyebabkan mereka menjadi tersinggung. Beliau saw pernah bersabda: “Laa tufadhiluniy ‘ala Yunus ibnu Matta!” (janganlah kalian meninggikan diriku terhadap nabi Yunus bin Matta) atau Laa tufadhilunyiy ‘ala ‘Isa ibnu Maryam!” (janganlah kalian menyanjung diriku lebih tinggi daripad nabi IsaIbnu Maryam as). Padahal, apalah derajat kedua nabi Alaihimassalam dibanding kedudukan Rasulullah saw yang begitu tiada tara.

 

Hadhrat Umar r.a. Telah meriwayatkan bahwa ia telah mendengar Rasulullah saw bersabda: “janganlah kalian memuji saya sebagaimana orang-orang Kristen memuji Isa ibnu Maryam. Saya adalah hanya seorang hamba ALLAH. Jadi, katakanlah bahwa saya hanya hamba ALLAH dan Rasul-Nya.” (Bukhari, kitab Al hadits al anbiya bab Qaulillahi “Wadkur fi kitaabi maryam”.

 

Betapa tinginya kedudukan beliau saw sehingga seorang non Muslim bernama Michael H. Hart menetapkan beliau saw pada urutan pertama “100 Tokoh yang Berpengaruh dalam Sejarah” (A 100 the Rank of the Most Influent Person in History). Ia menulis:

 

Jatuhnya pilihan saya kepada nabi Muhamamd dalam urutan pertama daftar “100 Tokoh yang Berpengaruh di Dunia” mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian besar yang lain. Tetapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah nabi Muhammad, satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi”. (100 Tokoh yang Berpengaruh dalam Sejarah, hal. 27, terj. H. mahbub Djunaidi).

 

Hal senada juga diungkapkan oleh Weekly News Magazine “Time” tanggal 15 Juli 1974. dalam pengumpulan opini yang dilakukan terhadap beberapa sejarawan, pejabat militer, bisnismen dan tokoh berbagai bidang lainnya dengan tema: Siapakah Pemimpin Sejarah terbesar? (Who were History’s Great Leaders?) Beberapa diantara mereka mengatakan: MK Gandhi, Buddha, Lincoln, dan lainnya. Ada lagi yang mengatakan Hitler.

 

Tetapi Jules Masserman, seorang Psiko-analis Amerika memberikan standar penilaian melalui kriteria yang tepat. Dia mengatakan bahwa , “Leader must fulfill three function: (1) provide for the well-being of the lead. (2) provide a social organization in which people feel relatively secure, and (3) provide them with one beliefs.” Dengan kriteria tersebut diatas ia mulai meneliti dan menganalisa- Hitler, Pasteur, Caesar, Musa., Kong Hu Cu dan lainnya. Akhirnya ia menyimpulkan bahwa:

 

People like Pasteur and Salk are leaders in the first sense. People like Ghandi, and Confucius, on the hand, and Alexander, Caesar and Hitler on the other, are leaders in the second and perhaps the third sense. Jesus and Buddha belong in the third category alone. Perhaps the greatest of all times was Mohammed, who combined all three functions. To a lesser degree, Moses sis the same.”

 

Sumber: Bisyarat, Edisi 02 Oktober-Desember 2007 M, hal 20-25 oleh Rakeeman R.A.M Jumaan, Dosen Perbandingan Agama dan Bahasa Ibrani Jamiah Ahmadiyah Indonesia.

 

9 Comments to “Menyebut “Tuhan” Muhammad Mengapa Tidak?”

  1. TIPS MENCARI TUHAN YANG BENAR-2 TUHAN
    &
    MEMILIH AGAMA YANG DIRIDHOINYA (DIBENARKAN OLEHNYA)

    1. Kita harus menyadari, mengapa kita perlu mencari Tuhan ?,
    • Hal ini supaya kita bisa memahami untuk apa kita ada (hidup) di Dunia ini, yang ujung-2-nya sakit, tua, atau akhirnya mati juga, harta kita ditinggalkan untuk yang masih hidup, kok enak yah !, begitu juga ilmu kita (S1, S2, bahkan sampai S3) ikut sirna, tidak bisa copy file di harddisk ataupun ke seseorang.
    2. Bagaimana cara yang benar untuk mencarinya ?
    • Kita bisa mencarinya melalui buku-2, diskusi, logical, bukti-3 sejarah) dan jangan membatasi diri untuk tidak mempelajari seluruha Agama atau aliran kepercayaan atau keyakinan yang ada dan berkembang saat ini.
    • Serta berdo`alah agar kita diberikan kemudahan dan petunjukdari NYA.
    3. Ada “filosofi” atau “HUKUM ALAM” yang kita harus terima, dan itu bisa digunakan untuk mencarinya, antara lain;
    • Sesuatu mesti ada yang menciptakannya ? (yakini dulu !), seperti mobil, rumah, baju, dll, tidak mungkin ada barang tiba-2 ada dengan sendirinya, seperti Bumi, dan Planet-2 lainnya.
    • Pencipta mestinya harus ada dulu dari pada yang diciptakan ? (Tuhan lebih dulu ada sebelum adanya Manusia, bumi, jagad raya), tidak setelah ada manusia (+ nabi-2) tiba-2 turun ke bumi dan menampakan atau menjelma menjadi Manusia ?
    • Pencipta mestinya tidak sama dengan yang diciptakannya (Manusia membuat mobil, tentunya mobil tidak sama dengan Manusia, baik bentuk dan kelakuannya), terima dulu logical ini !.
    • Jadi Tuhan tidak akan menyerupai yang diciptakannya (sama dengan manusia) ?
    • Manusia dan semua ciptaannya akan tunduk atau mengikuti HUKUM ALAM, yaitu menempati (ber dimensi) ruang, akan rusak karena waktu (umur) atau mati, dapat dilihat, diraba, atau dirasakan, dan difoto kemudian di up load di WWW), wah kalo Tuhan punya WEB berapa yah hits/day nya ?.
    • Jadi Tuhan tidak akan mungkin berwujud sama dengan ciptaannya (Manusia). Atau mempunyai sifat-2 yang akan tunduk terhadap HUKUM ALAM tadi.
    • Tuhan tidak bisa dikategorikan jenis kelaminnya (Gender laki-2 atau perempuan ?), Tuhan Bapak, atau Bapa di Surga ?, Walaupun sebatas sebutan saja, atau untuk memudahkan membayangkan, bahwa Tuhan seperti Bapak baiknya (kelakuan baik dan perannya).
    • Wujud atau Tubuh Tuhan juga tidak menyerupai Manusia yang mempunyai tangan atau kaki, jadi tidak akan “CAMPUR TANGAN” sebagaima Manusia ? dalam asumsi atau harapan kita dalam kehidupan kita.
    • Tuhan itu maha itu kuasa sekali (absolute atau muntlak tidak ada yang membatasinya), sehingga tidak perlu atau membutuhkan bantuan seperti ada diantara kita yang mengaku jadi “PELAYAN TUHAN”..
    • Sifat-2 Tuhan itu tdk akan sama dengan suatu bentu atau manusia, maka Tuhan itu tidak berdimensi waktu atau ruang, maka Tuhan tidak tinggal di syurga ? (Bapa yang tinggal di kerajaan syurga), jadi dimana tempat Tuhan tinggal ?, (mungkin miri Roh kita ada di bagian tubuh mana, Jantung ? Paru-2 ? atau Organ tubah yang lainnya ?.
    • Secara logika kalau Tuhan (Bapa) tinggal di kerajaan syurga, terus siapa yang akan menunggu (tinggal) di Neraka mengawasi orang-2 yang disiksa ? dan di Bumi ?, bias kabur semua Orang-2 yang ada di Neraka karena tidak ditunggu Tuhannya ?. (masa iyah / Ha ha).
    • Tuhan itu tidak akan seperti perasaan dan pikiran kita, sehingga Roh Kudus (Tuhan) tidak akan memimpin kemana arah pikiran, hati, perasaan atau tindakan kita, yang ada adalah bagaimana pikiran, hati, dan tindakan kita semata-mata hanya untuk Tuhan (sesuai petunjuknya), jadi Tuhan berada diluar tubuh dan pikiran kita ? (dekat atau jauh tergantung bagaimana kita mendekatkan diri dan pikiran kepadanya.
    • Secara nalar (logical in healty thinking) setiap orang (barang siapa ?) yang berbuat seharusnya Dia yang bertanggungjawab, mau Dosa atau Pahala, dan tidak mungkin dialihkan kepada Tuhan yg se-akan-2 si PENEBUS DOSA, atau dihapus dengan dengan jalan melakukan pengakuan Dosa melalui Pastor, atau diwariskan kepada anak cucu, jadi Pernyataan “PENEBUS DOSA” apa itu bukan sbg proganda (iklan terselubung) agar menarik Orang mengikuti ajaran. Agama tertentu, bisa dilaporkan ke KPPU ? kalau di Indonesia.
    • Jangan mengandalkan kemampuan logical (otak), panca indra (mata dll), maupun perasaan kita dalam mencari Tuhan, karena Organ kita mempunyai keterbatasan, sepertinya halnya MATA, mata memandang langit itu berwarna biru padahal langit itu tidak berwarna dan merupakan ruangan yang bolong tidak berbatas dengan benda atau layer.
    • Seperti hal perasaan bahwa kita, bahwa kita ini tinggal pada permukaan bumi yang datar dan tidak mungkin kita berada di atas kulit bumi yang bundar, padahal kalau kita terbang antar benua baru melihat bahwa kulit bumi itu melengkung, sepertinya sepandai-pandai manusia, manusia tidak pernah mampu melihat bentuk (wujud) ROHnya sendiri seperti apa dan dimana keberadaannya di tubuh kita ?, jadi jangan mengandalkan logika dalam mencari Tuhan, seperti Halnya mengapa kita dijadikan /dilahirkan sbg Orang Jawa, Cina, Bule, dll atau mengapa dilahirkan sbg Laki-2 atau Wanita ? (logika tidak mungkin bias menemukan jawabannya).
    • Jadi jangan sampai kita memaksakan TUHAN, bahwa Tuhan itu harus nampak wujudnya seperti halnya Manusia atau menyamakan bahwa Tuhan itu juga seperti Manusia, walupun sebagai Anak Tuhan atau Tuhan anak, ada ibunya, Tuhan itu seolah-olah seperti BAPA di kerajaan syurga, walaupun itu mungkin sekedar imajinasi saja untuk memudahkan kita membayangkan atau mempercayainya.
    4. Terus bagaimana Tuhan yang sesungguhnya itu ?
    5. Tentunya Tuhan itu tidak akan menampakan dirinya dan memperlihat pisiknya kepada Manusia (bikin penasaran saja Tuhan ini), logical kita Dunia bisa heboh ? kalo Tuhan sampai menampakan DIRInya, apalagi ber kata-2 (firman) langsung ?.
    6. Seperti Hanyal Roh, setiap Orang pasti (100 prosen) percaya bahwa setiap Orang yang hidup pasti ada Roh di dalam tubuhnya, dan kita tidak pernah tahu bagaimana wujud dan letaknya, walaupun seorang dokter ahlipun pasti tidak akan tahu dimana Ruh (atau ROH) itu berada dalam tubuh kita.
    7. Tuhan telah memberikan Tanda-2 keberadaannya kalo kita mau peduli terhadap Tanda-2 kebesarannya (ke Maha’an nya) dan asal kita mau mencari melalui cara yang dibenarkan atau diridhoinya., seperti Halnya pada Bumi dan isinya, Planet, dan mengatur semua di orbitnya, ada yang menciptakan dan mengaturnya tidak ? (renungkan dalam dengan hati yang bersih, kesampingkan dulu keyakian Agama kita anut).
    8. Bagaimana cara mencari Tuhan yang benar ? (sesuai dengan diberikan petunjuk olehnya ?).
    9. Setelah mempelajari secara mendalam dan penuh kehati-hatian, melalui Kitab-2 suci tiap-tiap Agama, Bagaimana Ajarannya, Diskusi dengan para pakarnya, akhir saya menemukan bahwa di Al Qur`an, terdapat cara-2 mencari Tuhan yang benar (petunjuknya).
    10. Dalam memahami Makna tiap-tiap, disitu jelas-2 sekali bahwa Tuhan ALLAH itu adalah Tuhan Kita semuanya (Bule, Cina, Negro, Arab, Melanesia, Monggol) dan Al Qur`an diturunkan untuk semua Manusia di Dunia (bukan hanya untuk orang Moeslem atau Islam saja atau orang Arab saja), di Al Qur`an cukup jelas seperti apa Tuhan itu ?.
    11. Begitu juga dalam membandingkan dengan kitab-2 Agama lainnya, betul-2 isinya ber beda sekali dan begitu juga proses turunnya ayat juga juga jauh berbeda, mohon jangan antipati (or negative thinking before) dulu, sebelum membaca dan mendalami maknanya (anggap sbg ilmu pengetahuan aja dulu), betul-2 isinya bukan merupakan pendapat seorang atau kata seseorang (Murid anak Tuhan).
    12. Inilah pengalaman spiritual saya, mudah-2-an Saudara-2-ku bisa memperoleh manfaat dan hikmahnya dari learning point ini, amien yah ROBBAL ALLAHMIEN.

    Semoga Allah merachmati kita semua, amien.
    Wassalam

    Ridhawati
    Flexi; 022 7204941
    E-mail; ridha@telkom.co.id

  2. Mbak (mmaf kalo salah) Ridha,
    Satu lagi ya Mbak (kalo boleh), belajar dari ulama-ulama dan buku-buku yang valid dan jangan terpaku pada satu ajaran atau ulama. Lihat sisi-sisi lain yang mungkin tidak pernah terungkapkan.
    Maaf kalo menggurui.
    Wassalam

  3. Syaloom

    Ilustrasi:
    di kota medan: si Slamet, orang jawa itu, ketabrak kereta,…lecet”. Bila didengar org jakarta, akan heboh, betapa saktinya orang jawa ditabrak kereta (api) cuman lecet. Padahal maksudnya orang medan, kereta itu adalah sepeda motor versi orang jakarta.
    Perhatikan kata yang sama (kereta) mempunyai makna berbeda bagi orang yang berbeda latar belakangnya.

    Kata Tuhan (Yesus) dalam dogma kristen, memiliki konsep yang sangat berbeda dengan bahasa indonesia. Pada teks Yunani, kata yang digunakan bagi Yesus Kristus adalah “Curios” yg artinya pemilik, tuan, guru, org yang dihormati dll. Bagi orang Kristen, pada periode awal T Yesus mengajar kata “Curios” lebih layak diterjemahkan sebagai Bung, guru, tuan, boss. Saat T Yesus di babtis dan diakui lebih besar oleh nabi Yohanes, maka kata ‘Curios’ sudah layak diterjemahkan sebagai Nabi. Pengertian nabi pun akan menjadi rumit, krn kata itu muncul dari konsep budaya tanah Judea/palstina, yg pemahamannya agak berbeda dg nabi dlm bahasa Ind.
    Saat murid T Yesus, Petrus mengakui Beliau sbg anak Allah, maka ‘Curios’ sudah layak diterjemahkan sebagai ‘Tuhan’ menurut pengertian bhs ind sekarang, yang secara umum artinya ‘mengandung ke-ilahian atau berasal dari Allah’
    Memang demikian sulitnya menerjemahkan suatu kitab, apalagi kitab suci.

    Kalo nenek gua, yg nggak tamat SD mengartikan ‘Curios’ dalam ketiga periode tsb sbg Tuhan (b ind) itu hak dia, bukan urusan orang non Kristen khususnya Muslim. Nenek gua nggak pernah menyepadankan Tuhan Yesus dengan Tuhan SWT. Kalo Muslim menyepadankan Allah SWT dengan Tuhan Yesus juga nggak ada yang ngelarang, spt dalam klaim muslim yg menantang debat “Allah tidak beranak dan tidak diperanakan”.
    Bagi dogma Kristen, hal tsb tidak relevan, …egp

    Pokoke, Kristen itu njiplak sepenuhnya Kitabnya Jahudi, baru ditambahin Perjanjian Baru. Demikian juga Islam njiplak juga kitab jahudi tsb. Tidak perlu ngebantah, 24 nabi yang ada di Qur’an semuanya ada di kitab Jahudi. Dan kitab jahudi ditulis dalam rentang waktu 1500th SM s.d. 100th SM. Hakikat kisah seluruh nabi tsb sudah ditulis ribuan/ratusan tahun oleh Jahudi sebelum Qur-an diwahyukan th 400-an.

    Murid Tuhan Yesus yang utama (12 org)disebut dalam bahasa Ind sebagai rasul, tentu saja oleh orang Kristen. Kalo non-kristen menyamakan Rasulluloh sama dg kata itu, nggak ada yang ngelarang atau nyalahin. Kristen nggak kepikir untuk mengkaitkan kata tersebut dg agama lain.

    Memahami agama keyakinan lain dari sudut pandang agama/keyakinan sendiri adalah menggelikan. Spt kata pepatah “Menepuk air didulang, terpercik muka sendiri’

    Waalaikum syalom

  4. anda juga cukup menggelikan

  5. QS.43:57, “Dan tatkala PUTRA MARYAM (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba KAUMMU bersorak karenanya.
    QS.43:58,”Dan MEREKA berkata: “MANAKAH YANG LEBIH BAIK TUHAN-TUHAN KAMI ATAU DIA (ISA)?” Mereka tidak memberikan PERUMPAMAAN itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.
    QS.43:59,”59. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai Perumpamaan(matsal) untuk BANI ISRAIL.

    Coba kang Deden jelaskan ayat-ayat tsb khususnya yang sudah saya beri tanda huruf besar
    Ayat 57-59 merupakan satu kesatuan kang deden. Kalau anda hanya mengutip ayat 57 saja pengertiannya masih samar. Putra Maryam dijadikan perumpamaan…..nah pengertian ini masih belum jelas dan penjelasan perumpamaannya itu sebagai apa dapat dilihat ayat berikutnya.
    QS.43:58,”Dan MEREKA berkata: “MANAKAH YANG LEBIH BAIK TUHAN-TUHAN KAMI ATAU DIA (ISA)?” Mereka tidak memberikan PERUMPAMAAN itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.

    Begitu jelasnya pada ayat 58 tsb bahwa Putra Maryam (Isa) perumpamaannya sebagai tuhan….apakah masih ngeyel Kang deden😀
    kalau ayat ini berlaku pula pada masa sesudah Rasulullah, itu artinya Putra Maryam yang turun nanti sebagai tuhan…Naudzubillahi min Dzalik.
    Patut anda catat bahwa Putra Maryam (Isa) yang dimaksud dalam ayat ini adalah Isa Bani Israil dan bukan Manusia seperti Isa. Logika yang konyol apabila Isa Bani Israil dijadikan perumpamaan lagi sebagai Isa😀 untuk apa Isa dijadikan perumpamaan sebagai Isa sedangkan dirinya sendiri adalah Isa😀
    Kembali lagi pada ayat sebelumnya yaitu pada ayat 57 tertulis “Dan tatkala putra maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba KAUMMU bersorak karenanya.

    anda lihat kata KAUMMU disitu kang deden…KAUMMU disitu adalah satu kaum dan bukan lebih dari satu kaum. Kalau anda mengatakan ini berlaku pula pada kaum sesudah masa Rasulullah seperti kita-kita ini, pasti dalam ayat tersebut tertulis “KAUM-KAUMMU”…😀
    Jadi kalau menurut anda kaummu disitu berlaku pada kaum akhir zaman, alasan tsb tidak sesuai dengan ayat tsb. Itu artinya logika dan penalaran anda konyol sekali😀
    Saya tahu penalaran anda tersebut asalnya dari pentolan-pentolan Ahmadiyah atau doktrin Ahmadiyah. Akal-akal mereka yang konyol anda telan bulat-bulat tanpa dikunyah terlebih dahulu. Patut disayangkan Allah memberikan akal kepada anda namun tidak anda pergunakan sebaik-baiknya. Anda sangat menghamba kepada orang-orang yang berpikiran konyol yang menghasilkan penalaran dan logika yang konyol😀
    Lebih konyolnya lagi dengan menggunakan ayat ini sebagai dalil menurut versi anda semakin menguatkan bahwa orang yang anda cari bukanlah Ghulam Ahmad karena Ghulam Ahmad bukan hanya mendakwakan diri sebagai Isa saja tetapi mendakwakan diri sebagai Muhammad, krishna, Mesiodarbahmi, dll bahkan dalam wahyunya Ghulam Ahmad adalah Tuhan😀
    Jadi pertanyaannya, Kenapa anda mengimani Ghulam Ahmad sedangkan berdasarkan ayat yang anda jadikan pegangan sesuai pemahaman anda tidak mengarah ke Ghulam Ahmad?? Kenapa??? Kenapa ???😀
    Seharusnya orang yang anda cari adalah orang yang hanya mendakwakan diri sebagai Isa saja dan tidak mendakwakan diri berbagai macam seperti Ghulam Ahmad😀

    ————————————
    Catatan: postingan ini dikirim April 26, 2008 pukul 7:25 am . Silahkan lihat disini http://denagis.wordpress.com/2008/04/19/pe…-2/#comment-357 .Apabila postingan tsb tidak ada atau menghilang berarti para pembaca tahu belangnya Deden yang kurang bisa bersikap dewasa dan gentle dan juga berbuat curang.

  6. Maaf kang jusman, mungkin postingan tidak nyambung dengan topik yang anda buat. Sengaja saya berbuat itu untuk membongkar kedoknya deden yang selalu berbuat curang dan tidak fair karena postingan saya selalu didelete oleh deden ketika jawaban saya menyudutkan deden dan Ahmadiyah

    klik disini http://denagis.wordpress.com/2008/04/19/pemerintah-larang-ahmadiyah-2/#comment-358

    dan juga klik disini http://z8.invisionfree.com/islamic/index.php?showtopic=87&st=0&#entry3262091

  7. Quote:
    Maaf kang jusman, mungkin postingan tidak nyambung dengan topik yang anda buat. Sengaja saya berbuat itu untuk membongkar kedoknya deden yang selalu berbuat curang dan tidak fair karena postingan saya selalu didelete oleh deden ketika jawaban saya menyudutkan deden dan Ahmadiyah

    Jawab:
    Mas Shadow dan Kang Jusman, saya harapkan forum Kang Jusman ini cukup fair untuk memberikan tempat buat kedua fihak. Sepanjang kedua fihak saling menghormati pendapat masing2, dalam arti saling mengerti mengenai kepercayaan masing-masing.

  8. Asslmlkm..
    sy setuju bgt dengan bung shadow ini..
    smua comentnya saya baca..dan bisa diterima dengan akal..malah thanks bgt ak jadi nambah ilmu nih..tapi kalo yang dari Ahmadiyah..kog ak pusing ngebacanya yah..karena selalu dibuat dengan pemikirannya sendiri jadi kesannya maksa bgt untuk dijadikan pembenaran..udah dong kang jasmin..dasar anda gk kuat..gk ada dalil..gk ada dlm hadist..sbnrnya anda berpegang pada apa sih?gak ada pondasinya! anda aja berdiri thn 1889 trus nabi Muhammad Dpat Wahyu Dari Allah kpn..? siapa duluan hidup..? mana duluan turun AL-Qur’an atau Nabi PAlsumu itu..?jangan mengurangi dan menambahhi…(BERTAUBATLAH)tanpa kita sadari..Jagn gara 2 anda Islam jadi kacau balau..(Inget seorang pendusta agama..azab dunianya..belum azab akhiratnya…)merubah keketapan ALLAH SWT adalah KAFIR..ANDA SUDAH KAFIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: