Aku Ingin Menyebarkan Islam

Aku ingin menyebarkan Islam, demikian kira-kira tekad seorang wanita Muslim Mesir dalam artikel ini. Artikel ini meceritakan kisah seorang wanita Muslim Mesir yang mempunyai niat besar menyebarkan Islam. Ia menyaksikan bahwa zman ini orang-orang muslim sudah tidak mengamalkan lagi ajaran Islam yang sebenarnya, dalam artian tidak ambil peduli dalam menabligkan kepada orang lain, hanya mementingkan kesalehan sendiri. Ia menginginkan Islam yang ada seperti di zaman Rasulullah 14 abad yang lalu, yaitu Islam yang taat, saleh dan aktif, berjuang mengibarkan bendera Islam.


Saya berasal dari keluarga muslim di Mesir. Disana saya tumbuh dewasa dan mendapat pendidikan. Setelah saya menyelasikan kuliahku di universitas Cairo, saya menikah dan berangkat ke Inggris dengan suamiku pada tahun 1979. saya selalu tertarik dalam agama. Sebab saya senantiasa khawatir tentang mereka yang tidak percaya agama atau bahkan kepada keberadaan tuhan. Hal ini membuat saya sangat tekun untuk banyak membaca buku-buku tentang Islam dan juga untuk mempelajari Alquran, [dengan] harapan mendapatkan argumen-argumen yang baik untuk kepuasan orang-orang.

Ketika saya ke inggris, saya mulai bergaul dengan orang-orang dari berbagai negeri yang berbeda. Dan hal ini menambah pengetahuan saya berkenalan dengan agama-agama di dunia. Saya juga mulai mengetahui banyak tentang agama Kristen. Khususnya dari sepasang suami istri [dari] Saksi Yehovah, yang biasa mengunjungiku secara rutin untuk bertabligh tentang agama mereka. Saya menyambut mereka degan tujuan untuk tabligh Islam. Sebagai contoh, saya mulai membaca Bible dan buku-buku lain tettang Kristen. Perkara ini sangat menyakitkan hatiku mendapatkan orang-orang menyembah tuhan lain selain  Allah, pencipta kita. Dan saya merasa susah serta kesulitan untuk mendapatkan orang-orang muslim mengehentikan perbuatan ini.

Saya menajadi lebih tertarik untuk menambah pengetahuanku tentang Islam. Pembagian orang-orang Muslim ke dalam beberapa sekte sangat menyesalkan ku. Saya tidak sepedapat dengan apa yang mereka lakukan. Saya perhatikan bahwa orang Muslim tidak melaksanakan Islam yang sejati, yang dilukiskan di dalam Alquran. Dan mereka menampilkan kesan yang sangat buruk tentang agama Islam, seperti agama eroris dan berdarah. Saya menjadi dsangat  antusias untuk tabligh Islam serta menjelaskan kepada orang-orang non-muslim bahwa apa yang mereka lihat dari orang-orang muslim adalah sesungguhnya bukan Islam sejati. Beberapa orag memperingatkanku bahwa saya hendaknya jangan berbicara tetang agamaku kepada orang-orang non Muslim sebab hal ini berbahaya bagi keimananku dan juga disebabkan Islam bukanlah agama misi. Akan tetapi saya mempunyai padangnan lain. Saya merasa Islam adalah adalah sebuah agama yang indah  dan seandainya Allah telah menganugerahkanku karunia kecintaaan. Dengan demikian hal ini adalah htugasku untuk membagikannya dengan orang lain. Dan saya merasa bahwa tabligh islam adalah semacam zakat dan saya beranggapan jikalau dikarenakan bertabligh kepda orang lain merusak keimanan saya, sekiranya demikian berarti saya tidak mengikuti satu agama yang benar.

Kemudian pada tahun 1989 ada kegemparan yang ditimbulkan oleh orang-orang Islam di seluruh dunia menentang buku ayat-ayat setan. Hal ini sugnguh menghilangkan kesabaranku, tentu saja saya tidak mendukung pengarang buku itu. Demikian juga saya tidak setuju dengan apa -apa yang dia tulis. Demikian juga saya tidak dapat bertoleransi dengan reaksi dari umat ISLam, yang mana dalam pandaganku mereka bukanlah ada dalam cara ISLam yang sebenarnya. Mereka berpikir bahwasannya mereka perbuat atas nama Allah. Namun saya merasa bahwa Islam telah tercoreng oleh apa -apa  yang mereka dakwakan. Dan saya sungguh merasa menyesal terhadap orang-orang non muslim yang mana mereka mempunyai persepsi yang salah terhadap agama yang penuh kedamaian ini. Dan dengan demikian mereka tentu menolak [ajaran islam]. Saya telah mengamati di sekelilingku dan tidak mendapat kan seorangpun termasuk diriku sendiri yang benar-benar memperaktekkan Islam yag benar-benar mempraktekkan ISLam yang sebenarnya. Saya berpikir tentang orang islam di kotaku sendiri yaitu di Mesir, mereka juga tidak melaksnakan  Islam yang sebenarnya. Mereka sangat lemah, tidak berdaya dan juga sangat pasif. Mereka melaksanakan agama hanya untuk diri mereka sendiri dan tidak  menyampaikannya kepada orang lain. Saya juga berpikir tentang sahabat-sahabat Rasulullah saw, merka melaksanakan ajaran-ajaran Alquran dalam perkataan maupun perbuatan mereka. Mereka adalah orang-orang yang sangat saleh, taat dan aktif. Dan mereka sangat menyukai persatuan dan kesatuan. Mereka memerangi musuh-musuhnya bersatu padu dengan satu pemimpin. Mereka bersatu di bawah satu bendera. Dan mereka mengikuti satu peimimpin dan mempunyai satu tujuan untuk dicapai. Hal ini adalah mematuhi perintah Allah, dan untuk menyebarkan persan-pesan ISLam di seluruh dunia. Mereka itulah yang saya sebut orang-orang Islam sebenarnya. Namun adakah mereka itu sekarang itu? Saya tidak menyaksikan mereka itu disekitarku. Mereka hanya ada 14 abad yang lalu. Saya berkeinginan bahwasannya saya dilahirkan pada masa mereka menimkmati karunia-karunia dalam berjuang di jalan Allah dan ikut serta menyebarkan pesannya ke segenap penjuru dunia. Saya menginginkan untuk turut memempertahankn Islam. Juga saya membutuhkan seseorang untuk menjelaskan kepdaku bagaimana menjadi orang Islam yang sebenarnya. Saya sangat tidak berdaya dan tertekan. Dan dengan seperuh hatiku , saya berdoa kepda Allah utnuk membawa islam-nya yang benar kembali ke dunia ini dengan segenap kebesaran dan kekuatannya. Serta untuk memenangkannya diatas semua agama-agama yang lain.

Pada bulan ramadhan, Allah telah begitu cepatnya menjwab doa ini, disebabkan ada seorang teman sekerja menarik perhatianku dalam penyampaian islam kepada orang lain. Dan dia menyebutkan bahwa dia mengetahui tentang sebuah golongan Islam yang dinamakan Ahmadiyah dimana pengikut-pengikutnya selalu menyebarkan ISLam. Namun sayangnya mereka percaya pada seorang nabi yang datang ke dunia ini setelah Rasulullah saw. Saya kira [Ahmadiyah] ini adalah golongan Islam yang lain [dan ]benar benar salah. Akan tetapi saya merasa tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang Ahmadiyah, sehingga saya bisa memahami mengapa orang-orang Ahmadiyah tersesat jauh dari agama Islam. Temanku membawakanku beberapa literatur ahmadiyah yang diberikan kepdaku oleh seorang teman istrinya yang Ahmadiyah. Pada waktu itu dia memperingatkanku dengan ucapan bahwa orang-orang ahmadiyah diangggap sebagai kafir oleh orang-orang Islam yang lainnya.

Saya mulai membaca literatur Ahmadiyah, salah satu buku tersebut asalah “Pengantar Mempelajari Alquran”, karya Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad. Dalam buku ini ada keindahan yang tersembunyi di dalamnya yang tidak bisa digambarkan dalam kata-kata. Namun hanya bisa dirasakan dengan hati. Dengan cara menampilkan  agama Islam dengan kehidupan suci Rasulullah saw dan juga dengan jalan menampilkan penjelasan kutipan-kutipan dari bible, sangat mengagumkan. Saya sangat merasakan kecintaaan yang mendalam yang dimiliki si penulis buku terhadsp Rasululllah saw. Dalam tahap itu tentau saya tidak berpikir untuk percaya kepada Ahmadiyah desebabkan pendakwaaan kenabian oleh pendiri gerakan itu. Saya sangat menyukai argumen dari Ahamdiyah dan saya merasa bahwa merupakan suatu  kesalahan yang sangat besar menganggap orang-orang Ahmadiyah  sebagai orang kafir. Saya memutuskan untuk berbicara dengan orang-orang Ahmadi dan mencoba untuk merubah kepercayaan mereka dalam masalah kenabian. Bagaimnanapun saya memandang bahwasannya mereka adalah orang-orang Muslim yang sebenar-benarnya. Maka saya pergi untuk menjumpai seorang wanita Ahmadiyah yang menyediakan literatur-literatur yang saya baca. Saya sangat mengamati betul dalam setiap ucapan dan perbuatannya dan saya mendapatkan bahwa ia adalah seornag muslim yang sangat baik. Kami menajadi teman dengan cepat dan kami berdiskusi mengenai berbagai topik. Salah satu diaantaranya “apa yang terjadi pada Yesus setelah disalib”? Sebelumnya saya tidak begitu menghiraukan tentang perkara ini dan saya tidak menaruh perhatian untuk memikirkan masalah ini sebelumnya. Akan tetapi pada waktu itu saya teringat bahwa ibuku pernah mengatakan sesuatu padaku bahwa orang-orang Islam percaya Yesus akan kembali ke dunia di akhir zaman. Walaupun ibuku sendiri tidak yakin tentang hal itu. Kemudian saya bertanya kepadanya, bagaimana kita akan mnengakui beliau jika benar-benar datang kembali. Ia mejawab ”jika sesoarang mendakwakan menjadi beliau (Nabi Isa as) dan tidak bertentangn dengan Alquran suci atau ajaran-ajaran Islam dan ia mengagungkan Allah serta menghormati Rasulullah saw maka kita haru beriman atas pendakwaaannya.”

Saya mulai menjadi bingung. Saya banyak membaca literatur-literatur Ahmadiyah. Tulisan-tulisan pendiri gerakan ini, sangat bagus dan sempurna. Dengan membaca buku-buku tersebut memberikan kebahagiaan yang luar biasa bagiku. Kecintaaan kepada Allah dan Rasul-Nya selalu ada dalam setiap tulisannya. Namun keyakinakau sangat kuat bahwa Rasulullah saw adalah nabi terakahir yang datang ke dunia ini dan [keyakinan ] ini menghalangiku untuk mengakui pendakwaaannya. Saya juga berpikir bahwa [jika] hal itu benar Kami orang-orang Muslim Arab akan mengetahui hal itu jauh sebelumnya. Dan kadang-kadang saya takut bahwa saya tidak menyenangkan tuhan dengan memikirkan hal ini.

Lalu beberapa minggu kemudian teman Ahmadi ku membawaku untuk mengunjungi Islamabad di Tilford. Kunjungan inilah yang merubah kehidupanku. Saya melihat dengan mata ku sendiri sebuah organisasi Muslim yag misi utamanya adalah untuk menyampaikan Islam dengan damai tanpa kekuatan daninilah yang saya namakan islam sejati. Saya berjumpa banyak orang-orang ahmadiyah padsa hati itu dan saya sangat terkesan oleh pandangan dan kepercayaan-kepercaayaan mereka. Apa yang sangat mengesankan saya adsalah tafsir dari beberapa ayat suci Alquran. Saya selalu mengira bahwa orang-orang Arab lah yang terbaik yang dapat memahami arti kebenaran Alquran suci. Namun setelah itu hal ini memperkuat kepercayaanku. Saya merasakan kecintaaan dan ketulusan serrta kesetiaan orang-orang yang saya jumpai. Mereka beekerjasama dalam satu tim dan mengikuti satu pemimpin. Saya mersakan tangan Tuhan menolong dan melindungi mereka. Kekuatan yang sangat aneh datang kepdaku. Sepertinya saya sedang melihat dengan mataku sendiri sahabat-sahabat Rasulullahsaw. Merekapun menyerupai dalam segala segi.

Saya kembali ke rumah pada hari itu dengan hati yang berbeda. Saya ingin mengikuti jemaat ini. namun kepercayaan pada kenabian Ghulam ahmad menghalangiku utuk melakukan hal itu. Saya mulai berpikir secara mendalam tentang perkara ini dan bertanya pada diriku sendiri. Bagaimnaa bisa seseorang yang menulis tulisan-tulisannya secara sempurna tentang Islam berdusta? Bagaimna bisa seseorang yang pengikut-pengiukutnya dapat mencapai segala kebaikan menjadi salah? Bagaimana seseorang yang di dalam hatinya ada kecintaan sejati kepada Allah dan Rasululllah saw mendakwakan diri sebagai nabi Palsu? Dan untuk pertama kali saya mulai berpikir, hal ini memungkinkan bahwasaanya Mirza Ghulam Ahmad benar dalam pendakwaanya.

Saya kembali kepada Allah mencari petunjuk-Nya pada jalan yang benar. Dan saya menghabiskan malam untuk berpikir serta berdoa dan pada pagi sealanjutnya, kebenaran datang padaku dengan jelas seperti sinar matahari di siang hari. Saya dapat menyaksikan bahwa Allah yang  Maha melihat, Maha Mendengar dan Maha Maha Mengetahui tahu apa yang terjadi di bumi dan dikarenakan Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dia tidak mengabaikan hamba-hamba-Nya . Dimasa yang lalu dan sekarang tidak akan menghentikan karunia-Nya ketika kami sangat membutuhkannya. Saya dapat melihat bahwa Rasullullah saw tidak datang mengakhiri keanabian dan menghalangi kepentingan manusia. Akan tetapi beliau datang untuk mempersembahkan hal itu pada para pengikutnya dan mengajar mereka bagaimna untuk memperoleh hal itu. Saya dapat melihat betapa banyak “penyakit” yang sembuh di dunia dalam Ahmadiyah

Hal itu adalah perisai dalam kesesatan orang-orang Muslim yang putus asa, terpisah dan lemah. Allah telah mendirikan sebuah jemaat yang akan menyatukan semua di bawah satu panji, yang akan menimulkan sumber bagi mereka dalam kekuatan. Hal ini akan menolong bagi orang-orang non muslim yang tidak mengetahui tentang kebenaran Islam. Allah taala teah mengirim sebuah jemaat yang mana anggota-anggotanya mampu menghadirkan kebenaran, pemikiran Islam dalam pribadi-pribadi mereka dengan cara mengikuti ajaran-ajaran Islam. Allah telah membangkitkan jemaat yang akan mempertahankan Islam dan untuk membawa kembali keagungan dan kekuasannya. Semua ini tidak lah mungkin tanpa dikirimnya seorang manusia oleh Allah yang dibimbing-Nya untuk menanam benih jemaat ini. Dalam kenyataaannya saya menemukan bahwasannya doa yang telah saya panjatkan dalam dua bulan sebelum Ramadhan ternyata telah dikabulkan oleh Allah Yang Maha Penyayang. Searatus tahun yang lalu dalam wujud Mirza ghulam Ahmad. Dalam diri beliau lah sebagai perwujudan Almasih yang dijanjikan. Adalah merupakan kesesatan pribadiku sendiri dikarenakan tidak mengkuinya. Tetapi Allah Maha sesempura tanpa kesalahan.

Kemudian saya berpikir tentang suamiku dan satu-satunya anak laki-lakiku yang berusia 6 tahun pada waktu itu. Saya juga teringat dengan keluargaku dan teman-temanku di kampung halaman, Mesir. Saya mengetahui bawhwasannya saya mungkin kehilangan mereka dengan menyatakan diri mengikuti kebenran Ahmadiyah. Akan tetapi kebenaran hakiki yang telah Allah karuniakan padaku sebagai manifestasi dari karunia-Nya yang tidak terbatas dan saya merasa dipenuhi dengan rasa syukur dikarenakan saya dapat kehilangan semua orang dan segala sesuatu hanya untuk-Nya.

Allah taala berfirman:

“Katakanlah! jika sekiranya bapak-bapak mu dan anak-aak lelakimu dan istri-istrimu dan kaum keluargamu dan harta benda yang telah kamu hasilkaln dan perniagaaan yang kamu khawatirkan akan kerugiannya dan tempat tinggal yang kamu sukai, kesemuanya ini lebih kamu cintai daripada Allah dan rasul-Nya dan dari berjihad pada jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan putusan-Nya dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang durhaka.” (At-Taubah:24)

dan bagiku tidaklah perlu untuk memilih ataupun memutuskan dikarenakan sudah jelas berjuang di jalan Allah dan rasul-Nya lebih saya cintai dibandingkan segala sesuatu yag ada di bumni ini dikumpulakan.

Saya membaca syarat-sayrat baiat ke dalam Jemaat Ahmadiyah. Bagiku ini adalah sebagai bukti yang lain dari kebenaran jemaat ini. Itulah yang saya inginkan untuk dikerjakan dalam hidupku. Dan dengan tidak menyia-nyiakan waktu saya mengambil bai’at . Pada hari itu saya diberitahu bahwa jalan hidup di Ahmadiyah bukalah ssesuatu yang mudah. Saya malah gembira mendengar hal itu. Saya teringat akan keinginaku dilahirkan di masa Rasululullah saw dengan demikian saya dapat membantunya dalam menyebarkan pesan-pesan kebenaran dan dengannya saya juga dapat berjiahad di jalan Allah. Dan sekarang Allah telah melimpahkan karuia kepadaku satu kesempatan untuk memenuhi keinginanku.

Beberapa hari setelah saya mengambil bai’at, pada hari Idul Adha, itulah pertama kali bagiku untuk melaksanakan shalat di belakang Imam Ahmadiyah. Hal itu jug merupakan pertama kali bagiku menangis panjang dalam shalatku. Saya menangis sebagai rasa syukur kepada Allah atas rahmat-Nya yang begitu agung. Dan Dia telah mengirimkan ke dunia ini serta meunjukkan kebenaran itu kepadaku. Saya juga mengangis memohon ampunan kepada-Nya, dikarenakan saya tidak mengetahui dan mengikuti rasul-Nya sebelum waktu itu. Saya mersa sangat bahagia ketika mendengarkan khutbah yang dapat langsung menyentuh ke dalam hatiku yang sangat dalam. D an untuk pertama kalinya saya dapat menyadari tentang satu hikmah yang benar di balik perayaan Idul Adha yang mana saya telah merayakan beberapa kali sebelumnya. Saya juga baru mengetahui tentang pengorbanan orang-orang Ahmadi dan sejarah syahidnya pertama kali dua orang Ahmadi.

Ini adalah pelajaran pertama kali bagiku dalam Ahamdiyah. Saya sangat t ersentuh dengan apa-apa yang saya dengar. Saya merasa ada suatu keinginan yang kuat untuk ikut serta dalam berkorban untuk jemaat ini. Pada ssaat itu saya berdoa kepada Allah untuk mengizinkanku memperrsebahkan apa-apa yang saya miliki untuk membantu dalam penyiaran pesan-pesan Ahmadiyah ke seluruh pelosok dunia. Kapanpun saya menghadapi berbagai kesulitan atauoun s \aya telah kehilangan sesuatu atau seseorang dalam jalan Allah saya mersaa bahagia karena ini berarti Allah menerima doa-doaku. Sebagai satu bukti yang nyata saya benar-benar kehilangan sesuatu karena apa-apa yang hilang dari ku malah Allah telah memberikan padaku jauh lebih baik sebagai gantinya. Dan saya pada saat ini merasa lebih bahagia daripada sebelumnya. (Alhamdulillah)

saya juga memperlajari berkenaan dengn ajaran penting lainnya. kalau saya berkeinginan untuk sungguh-sungguh bertabligh, pertama-tama saya harus mempraktekkan perihal Islam yang benar dalam jiwaku dikarenakan tidak seorangpun mampu memberikan suesuatu jika di sendiri tidak memilikinya. Oleh karena itu saya mulai mengadakan islah/perbaikan pada diriku sendiri. Saya membaktikan seluruh waktu untuk dapat mengikuti setiap arahan ajaran di dalam buku-buku yang saya baca. Alhamdulillah saya telah membaca banyak buku-buku pada waktu itu yang meliputi 5 volume tafsir Alquran dalam bahasa Inggris, yang memberikan kelaezatan yang tiada taranya pada diriku. Hal itu telah menambah wawasan baru dalam pengetahuanku berkenaan dengan Alquran dan darinya telah membuka satu gerbang baru untuk pemikiran dan pemahamanku. Di Mesir saya telah membaca dan menyimak banyak tafsir berkenaan dengan ayat-ayat Alquran . Namunm saya tidak pernah menemui ini —5 volume khazanah tafsir Alquran

sampai saat itu saya belum juga dapat bertemu dengan pemimpin/khalifah ahmadiyah. Akan tetapi saya tetap selalu menulis surat kepada nya untuk memohon doa-doa dan saya juga mendengarkan pidato-pidatonya yang sampai kepadaku dalam bentuk kaset.  Dan saya berusaha untuk mengikuti segala perintah -perintahnya dengan seksama. Saya menemukan bahwasannya saya tidak pernah mengenal Dia sekarang. Sebelum itu bagiku Allah adalah satu wujud yang telah menciptakan semua makhluk dan segala sesuatu-Nya di jagat raya ini. Dan Allah telah menyediakan semua kebutuhan dari hamba-hamba-Nya. Kemudian sesudah itu pekerjaan-Nya telah selsesai. Akan tetapi sekarang saya dapat mengetahui bahwa Allah adalah Sang Pemelihara yang Agung yang akan akan tetap selalu mengirimkan rahmat-ramhmat-Nya ke dunia dan Dia akan tetap selalu menyediakan untuk makhluk-Makluknya dengan segala kebutuhan mereka, dan saya dapat mengatakan bahwa Dialah zat pemberi anugerah yang takdir-Nya akan selalu berlangsung dan tidak akan pernah berakhir.

Saya mempunyai pemikiran sebelumnya bahwa Allah adalah satu wujud yang Maha Agung duduk di singgasana yang luhur, menyaksikan segala sesuatu yang terhajadi dalam kerajaan-Nya (jagat raya) dimana makhluk-makhluknya dapat mengirimkan doa-doa kepada-Nya. Akan tetapi mereka tidak diperbolehkan untuk menemui-Nya bahwa sampai mendekati-Nya. Namun sekarang saya dapat memahami bahwa Allah adalah satu wujud yang tidak saja melihat dan mendengar makhluknya. Akan tetapi [Dia ] adalah satu wujud yang selalu berbicara kepada mereka dan menjawab doa-doa mereka. Dia lah satu wujud yang membuka pintu lebar-lebar kepda tiap hamba untuk menemui-Nya. Dia selalu siap untuk membimbing siapapun yang mencari kedekatan-Nya pada satu jalan lurus yang membimbing ke arah-Nya

saya mempunyai kesimpulan sebelumnya bahwa allah adalah satu wujud yang Maha Luhur berada jauh. Akan tetapi saya menemukan bahwasannya Dia juga sebgaai sahabat yang begitu karib meliputi segenap dunia dan berada di sekitar hamba-hamba-Nya. Saya biasanya menanganggap doa-doa hanyalah sebagai satu kewajiban belaka terhadap Allah, Dengn demikian setelah saya selesai berdoa lalu saya terlupa akan Dia. Dia meneruskan kembali tugas-tugas lainnya dalam kehidupanku. Akan tetapi saya menganggap doa-doaku sebagai sarana -sarana yang darinya saya dapat memperoleh kedekataan kepada Allah. Sehingga setelah saya menyampaikan doa-doa, hubunganku dengan-Nya semakin kuat dan dekat. Sekarang saya dapat memahami maksud dan tujuan penciptaan diriku. Dan saya merasakan hal itu hanya dengan cara berzikir kepada Allah dan mematuhi semua perintah-Nya.

Setelah sekitar 9 bulan saya mengambil bai’att, saya dapat menjumpai khalifah Ahmadiyah yang merupakan satu manifesasi yang hidup dari Allah. Itu adalah pengalaman yang sangat berkesan bagiku. Dalam wujudnya saya dapat melihat satu gambaran yang utuh dari Ahmadiyah dan hal itu hasil daripada buah khilafah yang mana Mirza Ghulam Ahmad telah menanamnya.  Saya dapat melihat dalam dirinya penggenapan janji Allah kepda orang-orang yang beriman yaitu menjadikan mereka khalifah-khalifah di dunia. Dan menganugerahkan kepada Islam kemenangan yang nyata.

Semoga Allah selu membantunya dalam setiap perkerjaannya dan memberi keberhasilan dalam setiap usahanya. Saya tidak mendakwahkan bahwa saya sudah menapai akhir perjalananku kepda Allah. Dalam kenyataaannya masuk Ahmadiyah hanyalah sebgai awal dari satu perjalanan yang tiada akhirnya. Akan tetapi dengan caa mengikuti semua ajaran dari Ahmadiyah seseorag dapat meningkatkan danmenembangkan dengan begitu cepatnya ke dalam “shirotol Mustaqiim”. Dan saya sangat bersyukur kepada Allah yang telah membimbungku padsa satu kebenaran yang bergitu indah. Dan saya berdoa agar setiap orang di dunia ini akan terpelihara dasn terbimbing kepdsa-Nya. Semoga salam dan shalwat atas junjungan kita Muhammad saw yang tealh membawa kita pada satu adama Allah yang sangat indah ini. Dan yang telah mempraktekkan seluruh kandungan isi al-Qur’an satu kitab sempura untuk semua manusia. Semoga kedamaian dan karunia Allah selalu terlimpah atas Masih Mau’ud as yang menghidupkan kembali islam ini untuk kita dengan cara mengikuti jejek langkah junjungannya-Muhammad saw. Dia telah menyebutkan padsa dunia bahwa sampai saat ini pun, setiap orang dapat menikmati satu perjumpaan dengan khaliknya.s aaaatu penggalan tulisannya:

“Surga kita adalah Tuhan kita. Punck kelezatan kita tertletak pada Tuhan kita., sebab kami telahmelihat-Nya dan segala kejuitaaan nampak padsa wujud-Nya. Harta itu patut dimiliki, walaupun untuk memilikiniya herus de3ngan jalan memeprtahankan jiwa. Ratna mutumanikam (intan) itu patut dibeli, sekalipun untuk memperolehnya harus dengan jalan meniadakan segala wujud kita. Wahai orang-orag yang merugi! Bergegaslah lri menuju sumber mata air ini., agar oleh mata air itu dahagamu akandilepaskan. Inilah sumber mata air kehidupan yang bakal menyelamatkan kamu sekalian. Apakah gerakangan yang herus kuperbuat, dan bagaimna kah harus kusampaikan berita ini kepada setiap kalbu manusia? Dengan genderang begaimna jenisnya harus kuumumkan di pusat-pusat keramaian bahwa inilah Tuhanmu, agar orang dapat mendengar? Dengan obat apakah harus kuobati agar jadi terbuka untuk mendengarnya> jika kamu menjadi kepunyaan Tuhan, maka ketahuilah dengan seyakin-yakinya bahwa Tuhan adalah kepunyaanmy sendiri”. (Bahtera Nuh)

Oleh Maha dabbous

Dikutip dari: Darsus no 15, tanggal 18 April 1997

Penterjemah CSNW dan KAK/20/3/1997

4 Comments to “Aku Ingin Menyebarkan Islam”

  1. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://agama.infogue.com/aku_ingin_menyebarkan_islam

  2. Islam…. atau Ahmadiyah…..
    Seandainya MGA nggak lahir apa Islam yang lama akan berubah menjadi Ahmadiyah?
    Seandainya Ahmadiyah nggak pecah, jadi Lahore, apa tujuan mau nyatuin seluruh ummat manusia bisa tercapai?
    Seandainya MGA tidak wafat, apa yang disampaikan Nabi SAW sudah terbukti dan kapan hari kiamat?
    Seandainya ……

  3. w suka nih artikel2’a….
    w banget….karena w juga berjuang mati2an tuk membawa pasangan w masuk ke islam secara lahir dan batin….

    krn tiada tuhan selain allah

  4. Bang Jusman coba muat tulisan tentang ahmadiyah di Indonesia dong, T.ks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: