Seorang Muslim pergi ke pasar

Islam adalah agama untuk seluruh umat manusa dan meberikan kepada para penganutnya hukum-hukum, peraturan-peraturan dan petunjuk-petunjuk untuk segala segi kehidupan. Malahan keperluan seperti berbelanja ke pasar untuk memperoleh bahan keperluan sehari-hari sekalipun ada bantuan yang indah berupa doa dari Rasulullah saw. Marilah kini kita perhatikan bagaimana seorang Muslim berangkat dari Rumah masuk ke pasar, berbelanja dan pulang kembali sambil senantiasa mengingat bahwa Allah sajalah yang kepada Dia kita beribadah dalam keadaan apapun.

Tali sepatu

Anas ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Mintalah kepada Tuhan segala keperluan, meski tali sepatu yang putus.” maka sebaiknya kita minta kepada Tuhan untuk diberi barang yang ingin kita beli sebelum kita berbelanja. Jika kita berdoa kepada Tuhan dan menyeru-Nya al-Mughni (Maha Pemberi Kekayaan), Ar-Rozzak (M aha pemberi rezeki), al-Wahhab (Maha Pemberi Karunia) maka tuhan akan memberi 100 kali lebih banyak dari pada apa yang diminta, sebgaimana telah dikatakan oleh suatu hadits. Sesudah pikiran kita dibulatkan kita berangkat dengan membuka menutup pintu dengan membaca bismillah, kemudian kita katakan, “Hamba mnyerahkan diri kepada Allah. Tiada kekuatan atau kekuasaan selain daripada Allah. Hamba berlindung kepada Engkau terhadap tergelincir atau menyebabkan orang lain tergelincir atau tersesata, berbuat aniaya atau diri sendiri menderita aniaya, bertindak bengis atau menderita sendiri tindakan bengis dari orang lain.” Rasulullah saw bersabda: “dengan Nama Allah hamba menyerahkan diri kepada Allah dan tiada kekuasaaan dan kekuatan selain daripada Allah”, dan disambut oleh orang lain: “Engkau insya Allah mendapat petunjuk, pemeliharaan dan perlindungan”. Maka syetan akan jauh dari dia dan setan lain akan berkata: “Bagaimana kamu dapat berbuat sesuatu terhadap orang yang mendapat petunjuk, pemeliharaan dan pelindungan!”

Berdoa di Jalan

dalam berjalan di jalan raya hendaknya kita sedapat mungkin terus berdoa sebab pada umumnya tiada faedah untuk melihat-lihat kesana kemari di sekitar kita. Malahan perbuatan demikian itu membahayakan, sebab mata dapat melihat sesuatu yang terlarang. Jika terjadi bahwa kita melihat sesuatu yang keluar dari keislaman kita hendaknya berkata: “Ya Allah, tiada yang dapat mendatangkan kebaikan selain dari pada Engkau dan tiada yang dapat menjauhkan kejahatan selain daripada Engkau”. Rasulullah saw biasa berdoa demikian disaat melihat sesuatu yang menjadi gangguan penglihatan beliau . Beliau juga bersabda: “doa itu inti ibadah” dan “tiada yang lebih terpuji dan mulia dalam pandangan ilahi selain doa”.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah beliau bersabda: “Allah mempunyai malaikat-malaikat yang berjalan kian kemari mencari orang-orang yang sedang berdoa dan bila ada yang menemui orang yang berbuat demikian mereka itu berseru satu sama lain: “marilah kepada apa yang sedang kamu cari dan mereka itu mengelilingi orang demikian dengan sayapnya, hingga setinggi langit yang terendah. Maka tuhan bertanya kepada mereka itu meskipun sesungguhnya tuhan paling mengetahui keadaan yang sesungguhnya, ‘Apakah yang dikatakan oleh hamba-Ku?para malaikat menjawab, ‘Mereka itu memuji menyanjung dan memuliakan Engkau’. Tuhan bertanya pula, apa yang akan diperbuat orang-orang demikian andaikata mereka itu dapa melihat Tuhan? Dan para malaiakat menjawab, ‘jika mereka itu melihat Engkau tentu mereka itu akan lebih sungguh-sungguh lagi memuji dan memuja Engkau lebih tinggi lagi’. Tuhan bertanya pula: “apakah yang mereka pinta? Dan dijawab, ‘Mereka itu meminta surga’. Tuhan bertanya pula apakah mereka itu pernah melihat surga? Dan para malaikat menjawab, ‘bahwa mereka itu belum pernah melihat surga. Tuhan bertanya pula apa yang akan mereka perbuat seandainya mereka telah melihatnya?, dijawab: ‘jika mereka itu pernah melihat surga tentu mereka itu akan lebih hebat lagi menginginkannya dan lebih tekun lagi memohonnya dan tentu lebih kuat lagi hasrat menginginkannya”. Tuhan bertanya pula, terhadap apa yang mereka itu mohon perlindungan yang dijawab oleh para malaikat bahwa mereka itu memohon perlindungan terhadap neraka. Tuhan bertanya pula, apakah mereka itu pernah melihat neraka, yng dijawab belum pernah. Tuhan bertanya pula apa yang akan mereka perbuat jika mereka telah melihat neraka? Dijawab oleh para malaikat: ‘jika mereka itu telah melihat neraka mereka akan sungguh-sungguh lari pontang panting menjauhi nereka itu dengan ketakutan yang sangat besar”. Kemudian Tuhan bersabda, “Aku bersaksi kepada kalian, bahwa Aku telah mengampuni dosa mereka”. Seorang diantara para malaikat itu berkata, “diantara mereka ada orang-oang yang secara kebetulan saja ada diantara mereka itu”. Dan tuhan menjawab: “mereka itu orang-orang yang pergaulannya itu tidak akan membuat nasibnya menjadi buruk”. (Bukhari)

Zikir Setiap waktu

Untuk zikir ilahi kit tidak perlu duduk atau tinggal menyendiri tetapi kita dapat berzikir dan berada diwaktu berdiri berjalan atau saat dikeramaian. Dan pahala istimewa bagi mereka yang berzikir ketika semua orang lainya tengah sibuk dengan urusan dunia. Rasulullah saw bersabda: “Apakah kalian mau agar aku memberitahukan kepada kalian amal terbaik dan paing suci dalam pandangan Tuhanmu? Ialah amal yang akan mengangkat derajatmu setinggi-tingginya dan lebih baik bagimu daripada pembelanjaan emas perak dan lebih bagimu daripada bertemu dengan musuh dan memenggal lehernya?” Atas jawaban sungguh-sungguh sangat menginginkannya beliau bersabda: “Amal itu adalah zikir ilahi”.

Selalu berzikir

Selalu berzikir

Rasulullah saw telah bersabda pula bahwa ucapan-ucapan yang paling baik dan paling dihargai oleh Allah taala ada emat: subhanallah, alhamdulillah, la ilaha illahllah, dan allahuakbar. Beliau menambahkan :”tidak menjadi soal mana yng kalian katakan terlebih dahulu”.

Bacaan Sehari semalam

kita hendaknya dalam satu hari semalam sedikitnya membaca:

subhanalalh (33 kali), alhamdulillah (33 kali), astaghfirullaha robbi min kulli dzambin waatuubu ilaihi (33 kali), allahahumma sholli ala muhammad waalalai muhammad (33 kali), allahuakbar (33 kali), la ilaha illallah (33 kali), robbana afrigh alaina sobron watsabbit aqdaamana wansurna ‘alal qoumil kafiriin, allahumma inna naj’aluka fii nuhurihim wana’udzubika min syuruurihim, robbi kullu syaiin khoodimuka robbi fahfadzna wansurna warhamna. Dan surah alfatihah 7 kali.

Hadits bacaan lain

disamping itu kita bebas untuk mengikuti salah satu atau lebih dari hadits-hadits berikut atau lain-lain lagi:

1. abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda bahwa orang yang 100 kali sehari membaca “subhanallah”, alhamdulillah ia akan disucikan dari dosanya meskipun dosanya itu laksana buih lautan.
2. Sa’ad bi abi waqqos mengatakan: “Pada sekali peristiwa kami ingin memperoleh 1000 pahala seharinya dan kita salah seorang yang hadir bertanya bagaimana caranya memperoleh 1000 pahala tersebut? Beliau menjawab, “bilamana ia berkata 100 kali “subhanallah” maka 1000 kali pahala dicatat baginya atau 1000 dosa akan dihapuskan daripadanya.
3. Abu hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “bahwa bila seseorang 100 kali sehari semalam membaca: laa ilaaha illallah wahdahu laa syarikalah, alhamdulillah ya al muqtadir” akan mendapat pahala yang sama dengan telah memerdekakan 10 budak dan 100 pahala tercatat baginya 100 dosa akan diampuni”.

Doa itu akan memelihara dari gangguan setan pada hari itu hingga malam hari dan tiada orang yang membawa sesuatu yang lebih baik daripada yang dibawa orang itu kecuali orang- yang berbuat lebih dari apa yang telah ia perbuat.

4. jabir ra meriwayatkan Rasulullah saw pernah bersabda bahwa tiap orang yang sugguh-sungguh mengatakan “laa ilaha illallah” tanpa pintu-pintu surga terbuka baginya sehingga ia dapat menghadapi arsyi selama ia menjauhi dosa-dosa utama” (Dosa-dosa utama adalah syirik, tidak berbakti kepada orang tua, mencuri, menjadi saksi palsu dan berdusta, mencemarkan nama baik orang lain dan mencaci maki, mengutuk sesorang, tidak jujur dan tidak adil, melanggar janji, zina dan berbuat aniaya dan membunuh orang)

5. Al-aghar al muzani meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “wahai kalian semua menghadaplah kepada tuhan dan bacalah “istighfar” sebab aku pun 100 kali sehari menghadap kepada Allah sambil membaca istighfar”.
6. Abdullah bin Buar meriwayatkan bahwa Rasulullah saw pernah besabda: “sejahteralah orang yang tercatat baginya, bahwa ia banyak sekali membaca istighfar”.

Menghindarkan bencana

jika kita dalam perjalanan atau naik kendaraan dan melihat seseorang ditimpa malapetaka hendaknya kita mendoa: “alhamdulillah yang melindungi hamba dari bencana yang menimpanya dan telah menganugerahi hamba diatas makhluk lain”. Jika seseorang berkata demikian waktu melihat orang lain ditimpa bencana maka bencana demikian-apapun sifat bencana itu- tidak akan menimpanya. Begitulah sabda Rasulullah saw.

jika hujan turun kita hendaknya berdoa “ semoga Allah menjadikannya banyak dan bermanfaat bagi kita dan menurunkan kepada kita manfaatnya dan melindungi kita terhadap keburukannya”.

Bila angin bertiup kencang kita berdoa “ ya Allah mohon faedahnya dan manfaat yang dibawanya. Dan hamba memohon perlindungan terhadap keburukannya dan keburukan yang ada di dalamnya dan segala keburukan yang dibawanya”.

Bila kita melewati tanjakan maka kita hendaknya berdoa “allahu akbar 3 kali dan ketika menuruninya “subhanallah juga 3 kali.

Adalah Rasulullah saw ketika beliau menempatkan pandangannya kelangit maka beliau berkata, “wahai al-hafidz kuatkanlah hati hamba dalam ketaatan kepada engkau”.

Tiba di Pasar

sambil sibuk berdoa kiia tiba dipasar menurut Umar ra bahwa Rasulullah saw pernah bersabda: ”bila seseorang masuk ke pasar dan berkata “laa ilaaha illallah laa syarikalahu, pemilik segala milik, baginya segala puji yang memberi kehidupan dan kematian, sedang Dia sendiri maha Hidup dan tak tersentuh kematian dan Dia Al-Muqtadir (maha mampu) maka Allah akan memberi karunia 1000.000 amal shaleh, membebaskan dia dari 1000.000 kenaikan tingkat dan mendirikan buatnya rumah di surga.

Untuk menjaga agar kita tidak membeli barang yag tak berguna dan tak berarti kita berdoa pula “bismillahirrohmaanirrohiim” ya Allah hamba mohon kebaikan dari pasar ini dan kebaikan yang ada didalamnya dan hamba berlindung kepada engkau dari kejahatannya dan kejahatan yang dikandungnya. Ya Allah hamba berlindung kepada engkau sebab jika tidak demikian hamba mungkin melakukan pembelian yang buruk di situ”.

Waktu masuk toko kita hendaknya berdoa, “yaa Allah hamba mohon agar masuk hamba yang baik dan keluar baik pula. Insyaallalh kami masuk dan keapada Allah tuhan kami, kami munyerahkan diri sepenuhnya”.

Ketika keluar toko kita berdoa seperti kita biasa berdoa ketika kita berangkat meninggalkan rumah. “wahai para rasul makanlah apa-apa yang suci dan beramal saleh lah (23:56)

“wahai orang-orag beriman makanlah apa-apa yang halal dan sehat. Kami telah memberimu jaminan dan berterimakasihlah kepada Allah jika benar-benar dia yang kalian sembah” (3:173)

Yang meragukan

Nu’man bin basyir meriwayatkan pernah bersabda, “apa yang halal sudah jelas dan haram sudah jelas tetapi diantara keduanya ada hal yang meragukan yang mungkin tidak nampak. Ia yang memelihara diri terhadap hal-hal meragukan, memelihara agamanya dan kehormatan nya bebas dari dosa tetapi ia jatuh ke dalam keraguan ia jatuh ke dalam hal yang haram seperti halnya menggembalakan ternaknya di sekitar padang rumput yang dilarang, pada akhirnya segera mengembalakannya di dalam padang rumput yang tertutup itu. Setiap raja mempunyai daerah utupan dan daerah tuhan adalah apa-apa yang diharamkan oleh tuhan. Dalam tubuhnya ada segumpal daging dan seluruh tubuh itu sehat, bila gumapal daging itu sehat, tetapi seluruh tubuh itu rusak bila gumpal daging itu rusak. Gumpal daging itu adalah hati.

Abu Bakar meriwayatkan Rasulullah saw pernah bersabda: Tiada orang yang dibesarkan dengan barang haram akan masuk surga”.

“Katakanlah kepada mereka: Dalam apa yang diwahyukan kepadaku, aku tidak menemukan yang telah diharamkan kepada orang yang mau memakannya., selain yang mati sendiri (bangkai) atau darah yang mengalir keluar atau daging babi, kesemuanya itu adalah najis”. (6:146)

Makan Daging

dari ayat ini jelas, bahwa tidaklah buruknya jika kita makan daging seperti disangka oleh orang yang tidak makan daging. Orang-orang muslim diperkenankan makan daging, rasulullah saw malahan meriwayatkan pada sekali peristiwa bersabda ketika daging dihidangkan keapda beliau : “seolah-olah mereka mengetahui bahwa aku gemar makan daging.”

Mirza Ghulam Ahmad mengatakan bahwa :” Pada akhirnya sangat menarik perhatian bahwa menurut pustaka Islam, keadaan badaniyah manusia sangat erat hubungannya dengan keadaan akhlak dan rohaninya, sehingga kebiasaan minum-minumnya berperan dalam pembentukan sifat akhlak dan rohaninya. Dan beliau melanjutkan atas pertanyaan, mengapa kita hendaknya makan daging: “pengalaman pun menunjukkan pengaruh dari makanan atau hati dan otak, perasaan dan alam pikiran. Umpamanya: Pemakan tumbuh-tumbuhan saja kehilangan sifat keberaniannya. Jadi dengan meninggalkan makanan dari daging binatang melemahkan jantung dan menghilangkan sifat baiknya, sifat kesatrianya. Berlakunya hukum itu dapat disaksikan juga pada binatang, sebab binatang pemakan tumbuh-tumbuhan tidak memiliki keberanian satu persen pun dari binatang pemakan daging. Demikian pula halnya pada burung-burung. Tidak syak lagi bahwa makanan berperan penting dalam pembentukan watak. Selanjutnya dimana sema sekali meninggalkan makan daging menimbulkan kekurangan dan kelemahan. Maka berlebihan makan daging pun berbahaya bagi pembenntukan watak, umpamanya hal itu membinasakan sifat kemanusiaan dan kelembutan. Mereka yang mengambil jalan tengah mewarisi sifat kedua-duanya, ialah keberanian dan juga kelemah-lembutan. Berhubugan dengan hukum ini Alquran suci mengatakan:

“makanlah (daging dan makanan lain) tetapi jangan melampaui batas ( dalam bentuk makanan tertentu, sehingga watak dan kesehatan tidak akan dirugikan olehnya ( 7:32)

Mengapa Babi Haram

Mengenai masalah mengapa daging babi diharamkan, Ghulam Ahmad mengatakan bahwa kata Arab untuk babi ialah khinzir, arti secara harfiahnya adalah “aku lihat itu sangat kotor” kemudian mengenai sesuainya arti kata itu dengan kebiasaan binatang itu memang tidak menjadi soal. Setiap orang tahu bahwa bintang itu sangat buruk dan hidup bergelimang dalam kekotoran demikian pula babi merupakan binatang yang paling kasar dan jorok dari semua makhluk. Jadi yang menjadi sebab diharamkannya itu memang sudah jelas dan nyata. Dengan memakan dagingnya yang kotor itu maka akan membawa akibat yang sangat merugikan bagi tubuh dan ruh, sebab seperti yang dijelaskan diatas, makanan itu mempengaruhi seluruh susunan manusia luar dalam.

Di negeri -negeri barat tetap menjadi persoalan, bahwa banyak sekali makanan yang dicampuri daging atau lemak babi. Umumnya segala macam bumbu dan masakan. Di inggris kita jumpai banyak macam roti digoreng dengan minyak baabi. Persoalan yang sama bertalian dengan alkohol. Kita dapati minuman yang mengerikan itu dalam begitu banyak makanan untuk kehidupan sehari-hari. Alquran mengatakan:

“wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya arak, judi dan berhala-berhala dan panah-panah undi adalah suatu kekejian dari perbuatan syetan. Maka jauhilah semua itu supaya kalian berhasil sesungguhnya setan hanya ingin menimbulkan permusuhan dan kebencian diataramu melalui arak dan judi, dan hendak menghalangimu dari berzikir kepada Allah dan dari shalat. Maka apakah kamu akan berhenti? Dan taatlah kepada Allah dan kepada rasul ini dan berhati-hatilah. Dan jika kamu berpaling maka ketahuilah bahwa kewajiban rasul kami hanya menyampaikan dengan jelas. (5:91-93)

Sedikitpun haram juga

Zabur bin Abdullah meriwayatkan bahwa rasulullah saw pernah bersabda: “Segala sesutau yang memabukkan, jika diminum banyak-banyak adalah haram”.

Hal yang menjadi kekeliruan berbahaya untuk menyangka bahwa karena tidak memabukkan anggur dan minuman keras lainnya jika diminim sedikti sedikit tidak haram dan tidak berbahaya untuk meminumnya dengan sangat terbatas. Adalah merupakan sifat manusia bahwa jika sekali diperbolehkan menggunakan sesuatu maka biasanya akan akan gagal menyadari perbedaan halusnya dan tidak mau menjauhi batas tertentu. Pada umumnya bahaya minuman keras itu sangat besar. Maka kita bukan saja harus menjauhi anggur, whiyski, candu atau minuman keras lainnya yang berbahaya, tetapi juga merokok yang kalau seandainya rokok ada di zaman Rasulullah saw -Mengingat keburukan-keburukan yang ditimbulkan – tentu beliau akan mengharamkan juga.

Sekarang dengan memperhatikan apa yang akan dibeli dan yang tidak kita memulai usaha kita. Rasulullah saw pernah bersabda: “peraturan yang sangat penting bagi sehari-sehari, sebab banyak orang yang tersiksa harus membayar cicilan hutang yang bisa menimbulakn sakit kepala, bila kewajiban itu tiba-tiba manjadi kesulitan untuk memenuhi janji. Maka kita harus menjauhi pembelian-pembalian dengan sistem cicilan atau kredit.

Makanan yang digemari

karena setiap orang mempunyai selera masing-masing saya hanya mengutip beberapa hadits saja mengenai makanan yang digemari rasulullah saw atau secara khusus beliau sebut-sebut. Rasulullah saw bersabda: “Hormatilah roti”, “garam itu bumbu yang baik”, “Cuka itu adalah bumbu yang baik”, “susu sapi itu adalah penyembuh, mentega itu adalah obat dan dagingnya dapat menimbulkan pennyakit”, “Keluarga yang mempunyai kurma tidak akan kelaparan”, “keluarga yang tidak mempunyai kurma, akan kelaparan”, “cendawan adalah semacam jamur dan perahannya adalah obat mata”, Siti Aisyah ra mengatakan bahwa rasulullah saw gemar yang manis-manis dan madu. Ali ra mengataka bahwa rasulullah saw melarang makan bawang putih kecuali sesudah direbus, rasulullah gemar makan mentimun, rasulullah pernah bersabda: “Jika minum madu tiga pagi sebulan orang tidak akan mendapat gangguan kesehatan yang parah”. Beliau bersabda pula, “Berilah kami dari dua macam obat: Madu dan alquran”. Usaid ra mengatakan bahwa rasulullah saw pernah bersabda: “pergunakanlah minyak zaitun itu untuk makan dan untuk memijat. Minyak zaitun itu datang dari pohon yang diberkati”. Anas ra meriwayatkan: “rasulullah saw gemar labu. Aku hadir dalam jamuan makan bersama dengan beliau dan dalam hidangan terdapat labu. Aku sisihkan irisan-irisan dari labu itu dan meletakkannya di di hadapan beliau, sebab aku tahu bahwa beliau gemar labu”. Abdullah bin ja’far mengatakan: “aku dengar rasulullah saw bersabda ‘daging terbaik adalah dari binatang tuggang”. Aisyah mengatakan: “dari segala minuman rasulullah saw paling gemar air tawar yang dingin”.

Membeli Pakaian

mengenai pakaian pun kita mendapat petunjuk untuk diperhatikan, atau akan membeli pakaian baru. Hudzaifah ra menerangkan bahwa beliau pernah mendengar rasulullah saw bersabda: “jangan memakai sutera dan brokat, jangan minum dari cawan emas dan perak dan jangan makan dari piring dan tempat makan emas dan perak, sebab orang lain memilikinya di dunia, tetapi kalian memilikinya di akherat. Ibnu Abbas meriwayatkan : rasulullah saw mengajari kami: “Biasakanlah memakai pakaian putih, yang hidup hendaknya berpakaian putih dan yang mati hendaknya berpakaian putih dan yang mati hendaknya dikubur dalam kain putih. Pakaian putih adalah pakaian terbaik”.

Annas ra meriwayatkan, rasulullah saw tidak suka mengatakan sesutu yang tidak mengenakkan orang lain. Pada sekali peristiwa seorang duduk dengan beliau dengan berpakaian kunig. Sesudah orang itu berangkat beliau bersabda: “Aku harap engkau mau melarangnya memakai pakaian kuning.” Uqba bin amir menerangkan, bahwa rasulullah saw melarang memakai sutera, sabda beliau: “jika kalian mau perhiasan sutera di surga, jangan memakainya di dunia”. Tetapi wanita diperkenankan memakai sutera. Rasulullah saw bersabda pula: pakailah celana yang lebar, sebab itu menutupi kaki dengan sangat baik dan anjurkan wanita untuk berbuat begitu juga, jika pergi keluar”. Beliau sangat menyesli pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang berpakaian pria.

Bila rasulullah saw memakai pakaian baru untuk pertama kalinya beliau berdoa”Alhamdulillah, engkau telah memberi hamba pakaian ini untuk dipakai. Mohon agar itu berfaedah untuk hamba dan membuat berfaedah bagi hamba tujuan yang untuk itu pakaian ini dibuat, hamba berlindung kepada engkau terhadap keburukan dan keburukan pakaian itu untuk apa dibuat.”

Sesudah berbelanja kita harus segera pulang, sebab dikatakan, bahwa tempat yang paling tidak disukai Allah adalah pasar, dan tempat yang paling disukai Allah ialah Masjid. kita harus menjaga jika kita pria, untuk tidak berpapasan antara dua wanita dari arah berlawanan, karena itu dilarang oleh Rasulullah saw. Jika kita wanita janganlah berjalan di djalan raya dalam rombongan pria, tetapi berjalan lah bertepi dekat pagar. Waktu kita masuk rumah kita berdoa: “Ya Allah, hamba mohon masuk dengan baik dan keluar dengan baik, hamba masuk dengan nama engkau dan kepada Allah tuhan kami hamba menyerahkan diri”. Kita dapat menambahkan ketika kita ada di dalam rumah: “Hamba berlindug kepada Allah dengan Firman-Nya yang sempurna terhadap syetan yang diciptakan-Nya”. Sebab tiada keburukan menimpa sesoarang hingga ia meninggalkan tempat yang telah ia terangi dengan mengucapkan doa itu. Tambahan pula kita hendaknya mengikuti kebiasaan Rasulullah saw untuk menggosok gigi dahulu, sebelum beliau berbuat sesuatu yang lain, beliau masuk ke dalam rumah.

Oleh: Hidayatullah Hubsch, dari majalah Sinar Islam, no 20, juni 1976.

7 Comments to “Seorang Muslim pergi ke pasar”

  1. Oleh: Hidayatullah Hubsch, dari majalah Sinar Islam, no 20, juni 1976.

    Kang Jusman, isinya sebagian dari Islam dan dikutip oleh majalah Sinar Islam milik Ahmadiyah khan?

  2. maaf kang nabi…maksud sebagian dari islam gimana? tulisan ini saya kutip dari sinar islam edisi lama.

  3. Maksud ane Ahmadiyah tdk sama dengan Islam. Isi yang Sdr kutip itu ada dalam Islam, tapi tulisan yang Sdr kutip itu ada di dlm Majalah Ahmadiyah, khan?

  4. oh gitu, ya saya ngerti..tapi.terlepas dari saya tidak sama dengan islam atau bukan islam sekalipun, saya tetap melakukan amalan-amalan diatas, insyaAllah. dan tulisan diatas tidak sedang mengatkan bahwa itu tilisan islam atau bukan islam yang jelas saya hendak menyampaikan pesan kepada semua tentang yang diakandug dalam tulisan itu. ya anggap sajalah itu bukan tulisan dari buku ahmadiyah. saya menuliskan rujukannya hanya memperhatiakn kode etik jurnalistik saja. wasalam.

  5. amalan-amalan itu nggak salah sepanjang dengan niatan menyampaikan kebaikan, bukan menyebarkan agama ahmadiyah khan.
    saya tahu sebagai pendakwah ahmadiyah dapet honor yang lumayan, tapi demi kebenaran jangan sampai buta atau dibutakan.
    Salam,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: